Sukses

Warga Pakis Gunung Surabaya Titip Masalah Banjir ke Bacawali Machfud Arifin

Liputan6.com, Surabaya - Bakal Calon Wali Kota (Bacawali) Surabaya, Machfud Arifin mendapatkan titipan pesan dari warga Pakis Gunung Surabaya mengenai masalah banjir di wilayahnya.

Hal tersebut disampaikan Ketua RT VI RW IV Pakis Gunung Surabaya, Rudi Setiawan saat memberikan sambutan pada acara ulang tahun istri Machfud Arifin, Lita Machfud Arifin di lapangan TK/ SD Karunia Hidup di Jalan Pakis Gunung Surabaya II nomor 20 C.

"Saya mendapatkan kabar bahwa Pak Machfud bakal maju di Pilwali Surabaya, jadi kami titip masalah banjir. Di daerah sini sudah banyak bangunan baru yang tinggi - tinggi, sedangkan jembatan di sini rendah sehingga ketika banjir, mirip seperti air bah masuk ke dalam rumah warga," ucap Rudi, Sabtu (14/3/2020).

Mendapatkan keluhan tersebut, Machfud Arifin langsung menjawab, dirinya memberikan solusi yang dibawanya untuk mengatasi banjir di Pakis Gunung Surabaya.

Machfud menyampaikan, di Pakis Gunung ini banyak saluran-saluran air yang terlambat menyalurkan air, atau masalah sedimentasi tanah dan pasir yang masuk di dalam saluran - saluran air kurang cepat dikeruk.

"Di daerah ini perlu perlebaran saluran air karena sudah terlalu sempit, jembatannya pendek sehingga airnya susah lewat dan larinya ke lingkungan kanan dan kiri," tutur Machfud Arifin.

"Mengatasi masalah banjir, macet dan merevitalisasi pasar, serta pelayanan kesehatan di Surabaya, sudah masuk dalam program saya," Machfud menambahkan.

2 dari 3 halaman

Soroti Macet

Sebelumnya, bakal Calon Wali Kota (Bacawali) Surabaya yang sudah mendapatkan rekomendasi dari partai NasDem, Machfud Arifin memimpikan dan membawa gagasan, salah satunya mengatasi masalah macet.

Disinggung mengenai penambahan transportasi massal seperti MRT, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Provinsi Jawa Timur (Jatim) Sri Sajekti 'Jeanette' Sudjunadi mengaku belum mencermati detail tentang visi misi Machfud Arifin.

"Tetapi Akb Machfud Arifin dalam diskusi, beliau memimpikan Kota Surabaya antara lain menyoroti soal, bukan transportasi ,tetapi bahwa Surabaya bakal berkembang, salah satu problem perkotaan kalau menjadi kota berkembang adalah kemacetan," tutur dia usai acara ramah tamah di Surabaya, Sabtu, 7 Maret 2020.

Perempuan yang karib disapa Kakak Janet itu mengatakan, masalah kemacetan itu bisa menyebabkan multiplayer efek seperti jarak tempuh yang panjang dan mengurangi energi.

"Apa solusinya tentang itu, saya belum sampai detail mempelajari. Tapi itu menjadi salah satu pikiran beliau, itu iya. Entah apa MRT atau apa itu belum kita dalami," kata dia.

Saat ditanya apakah moda transportasi massal itu bisa mengurangi atau menambah PAD Surabaya? Janet menjawab, masih belum mengetahui model transportasi tersebut, karena model modal bisa daerah itu sendiri atau diserahkan kepada swasta.

"Tapi yang sudah pasti adalah penanganan dan antisipasi persoalan transportasi kota itu sebagai sebuah kemutlakan di dalam mendorong kemajuan kota, Itu rumus dasarnya," tutur dia.

Kakak Janet mencontohkan bila pergi ke daerah yang macet, pasti diam di tempat dan tidak bisa bergerak, ada kosong sedikit, maju sedikit, dan itu akan membuang waktu, energi, emosi dan bahan bakar.

"Itu semua bakal menjadi sia-sia. Itu kalau di jumlah semuanya totalnya berapa, memang ditanggung oleh masing-masing pengendara motor tapi negara tidak boleh berpikir, biar ditanggung sama rakyat. Pemerintah harus menciptakan hal-hal yang baik untuk masyarakat, supaya masyarakat tenang," ujar dia.

Saat dimintai pendapat mengenai penambahan jalur di Surabaya dan juga bertambah banyaknya kendaraan, Kakak Janet menegaskan, semua itu yang menjadi sorotan.

"Itu yang dinilai dan disoroti Pak Machfud Arifin sebagai sebuah ide atau gagasan yang harus direncanakan dengan lebih baik," tutur Kakak Janet. 

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Loading
Artikel Selanjutnya
Rayakan Milad Istri, Bakal Calon Wali Kota Surabaya Machfud Undang Ratusan Anak Yatim
Artikel Selanjutnya
10 Berita Hoaks Terdeteksi di Pilkada Bandung