Sukses

Nasdem Bakal Rekomendasikan Eks Kapolda Jatim Machfud Arifin di Pilkada Surabaya?

Liputan6.com, Surabaya - Partai Nasional Demokrat (Nasdem) akan mengeluarkan surat rekomendasi bakal calon wali kota Surabaya untuk mantan Kapolda Jatim Machfud Arifin dalam Pilkada 2020.

"Pak MA (Machfud Arifin) sudah bersilaturahim sekaligus mendaftar ke kantor DPP Partai Nasdem di Jakarta tiga minggu lalu," kata anggota DPRD Surabaya dari NasDem Imam Syafii di Surabaya, seperti dikutip dari Antara, Senin (20/1/2020).

Diketahui PAN sebelumnya juga mengeluarkan surat rekomendasi dukungan kepada Machfud Arifin sebagai bakal calon wali kota Surabaya dalam Pilkada Surabaya 2020 pada Kamis (6/1/2020) kemudian PKB pada Minggu (19/1/2020).

Namun demikian, lanjut dia, sampai saat ini DPP Partai Nasdem belum mengeluarkan rekomendasi terkait Pilkada Surabaya.

Biasanya, kata dia, DPP Nasdem akan memberikan rekomendasi kepada bakal calon yang dinilai kompeten dan berpeluang besar memenangi pilkada, salah satunya Machfud Arifin.

Saat ditanya mengenai bakal cawali dan cawawali yang sudah mendaftar di Nasdem, Imam Syafii mengatakan semua berkas pendaftar sudah diserahkan kepada DPP Nasdem.

"Jadi semuanya terserah DPP," kata politikus Nasdem yang juga mantan jurnalis ini.

Namun demikian, lanjut dia, pihaknya berharap salah satu dari mereka yang memiliki elektabilitas tertinggi bisa digandeng sebagai bakal calon wakil wali kota (cawawali)-nya Machfud Arifin jika nantinya diberi rekomendasi oleh DPP Nasdem.

Saat ditanya siapa diantara bakal cawawali yang berpotensi bisa berpasangan dengan Machfud Arifin, Imam mengatakan mereka tentunya yang sudah mendaftar di Nasdem, di antaranya pengurus DPD Golkar Jatim KH Zahrul Azhar (Gus Hans), politikus Nasdem Vinsensius Awey, dan Ketua DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Surabaya Haryanto.

2 dari 3 halaman

Ditentang DPD

Sementara, DPD Partai Nasdem Kota Surabaya menyesalkan rencana mengusung mantan Kapolda Jatim Machmud Arifin sebagai bakal calon wali kota Surabaya oleh DPP dan DPW Nasdem Jatim yang dinilai tidak melalui prosedur yang selama ini dijalankan.

"Kasihan bakal cawali dan cawawali Surabaya yang ikut berproses mulai mendaftar sampai uji kelayakan dan kepatutan," kata Ketua DPD Nasdem Surabaya, Sudarsono di Surabaya, Selasa (21/1/2020).

Menurut dia, seharusnya DPP dan DPW Nasdem Jatim memanggil terlebih dahulu 11 orang yang mendaftar dan ikut berproses untuk menjelaskan kepada mereka bahwa setelah di survei tidak ada yang muncul, maka Nasdem akan mencalonkan calon yang mempunyai popularitas, elektabilitas dan akseptabiltas bagus yang punya kemungkinan menang.

"Biar mereka yang sudah mengeluarkan tenaga, waktu dan pikiran serta dana untuk sosialisasi, sehingga mereka tidak kecewa. Kasihan mereka yang sudah mendaftar. Kalau seperti ini kan pembohongan publik namanya," ujarnya.

Ia juga menyesalkan pemberian mandat untuk menyambut Machfud Arifin saat mendaftar adalah anggota DPRD Surabaya Imam Syafii yang diketahui bukan merupakan pengurus DPD Nasdem Surabaya.

"Sebenarnya masih ada Hari Santoso selaku Sekretaris DPD Nasdem dan juga anggota DPRD Surabaya, kenapa tidak beliau saja," katanya.

Sementara itu, anggota DPRD Surabaya dari Nasdem Imam Syafii mengaku pihaknya ikut menyambut Machfud Arifn saat bersilaturahim sekaligus mendaftar ke kantor DPP Partai Nasdem tiga pekan lalu bukan kapasitas sebagai pengurus NasDem melainkan anggota DPRD Surabaya dari NasDem.

"Saya cuma mewakili anggota DPRD Surabaya dari Nasdem," ujarnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan video di bawah ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Meracik Ramuan Koalisi Ala Demokrat di Pilkada Kepri
Artikel Selanjutnya
Jelang Pilkada Serentak 2020, Bawaslu Jabar Awasi Promosi dan Mutasi PNS