Sukses

Bertani Berjemaah ala Gus Ipul untuk Petani Pinggir Hutan Lumajang

Liputan6.com, Lumajang - Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 2, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), bertemu dengan para petani pinggir hutan yang berada di Desa Sumberrejo, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.

Gus Ipul juga menyapa dan tampak akrab dengan para pemuda. Salah satunya dengan Linda Zulkarnaen, salah satu tokoh pemuda setempat.

Linda mengungkapkan bahwa mayoritas petani di kawasan ini masih menjual hasil pertaniannya secara konvensional.

"Ada pengepul di kawasan ini yang menerima hasil petani. Kemudian, dibawa keluar kota," kata Linda yang juga mahasiswa Universitas Negeri Jember.

Menurut dia, di era milenial saat ini para petani juga memiliki peluang untuk menjual hasil pertaniannya dengan menggunakan basis marketing online.

"Para petani sebenarnya bisa belajar penjualan sistem online. Barang dipasarkan melalui internet, kemudian dikirim. Sehingga, hanya dengan diunggah di internet, hasil produksi sudah terjual," kata mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unej ini.

Mendengar aspirasi ini, Gus Ipul menyambut baik. Dia menyatakan sudah seharusnya ide-ide tersebut didukung dan diberi wadah.

"Dengan adanya perkembangan zaman, memang berdampak positif terhadap perkembangan teknologi. Inilah peran anak muda yang bisa dimanfaatkan untuk menopang peningkatan ekonomi pertanian," kata mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal ini, seperti dikutip dari Merdeka.com, Selasa (12/6/2018).

2 dari 2 halaman

Bertani Berjemaah ala Gus Ipul

Untuk bisa diterima, terutama melalui internet, para petani harus mengetahui standar produk yang diinginkan pasar. Caranya dengan meningkatkan hasil pertanian, mewujudkan swasembada pangan, dan meningkatkan peekonomian para petani.

"Untuk bisa mewujudkan hal itu, kami mengusulkan agar petani bisa bertani secara berjamaah atau Cooperative Farming. Baik lahan hingga penggarapannya bisa dilakukan secara bersama," ujar pasangan Puti Guntur Soekarno ini.

Melalui sistem ini, kualitas maupun hasil produksi bisa meningkat hingga 52 persen. Selanjutnya, hasil produksi yang meningkat akan mudah dipasarkan oleh generasi muda

Reporter: Fahmi Azis

Sumber: Merdeka.com

 Saksikan video pilihan selengkapnya di bawah ini: