Sukses

Puti Guntur Soekarno Genjot Popularitas Lewat Medsos dan Blusukan

Liputan6.com, Jakarta - Calon Wakil Gubernur Jawa Timur Puti Guntur Soekarno tengah gencar menggenjot popularitasnya dalam Pilkada 2018. Puti menggunakan media sosial (Medsos) sebagai alat untuk memperkenalkan diri.

"Medsos saya pergunakan untuk meningkatkan popularitas di tengah masyarakat," kata Puti Guntur Soekarno, Calon Wakil Gubernur Jawa Timur ini, ditulis Rabu (30/5/2018).

Puti menuturkan, penentuan dirinya untuk mendamping Gus Ipul dengan waktu yang sangat singkat, menggantikan Bupati Banyuwangi Azwar Anas pada injure time. Proses pergantian ini sangat mengagetkan bagi semua pihak, karena menjelang pendaftaran pasangan calon ke KPU Jatim.

Setelah mendaftar, perjuangan yang sangat panjang adalah memperkenalkan Puti Guntur Soekarno di tengah masyarakat. Karena, awalnya Puti digadang-gadang akan bersaing di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat. Namun secara tiba-tiba langsung mendapat amanah ke Jawa Timur menjadi Wakil Gubernur.

"Di sinilah saya menjadikan medsos sebagai alat untuk memperkenalkan diri kepada masyarakat," ujarnya.

Cucu Soekarno ini menyatakan, selain melalui medsos, dirinya juga meningkatkan popularitasnya dengan berkeliling Jawa Timur. Dalam kunjungan setiap daerah, Puti selalu menyapa dan bertegur sapa secara langsung dengan masyarakat. Hal ini dilakukan supaya masyarakat mengetahui siapa Puti Guntur Soekarno.

 

2 dari 2 halaman

Bertemu Langsung

Dengan bertemu langsung, masyarakat merasa dihargai dan bisa mempengaruhi masyarakat untuk memilih dan mengetahui program dengan baik. Ada sembilan program yang disosialisasikan dengan tujuan kerakyatan. Artinya, program yang dibuat bertujuan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, bukan golongan.

"Sembilan program yang kita miliki juga disosialisasikan melalui medsos," ujar Puti.

Salah satu program yang melibatkan masyarakat secara langsung adalah upaya menciptakan desa wisata. Ada 1000 desa wisata yang menjadi target untuk dikembangkan di Jawa Timur, desa wisata ini nantinya akan mampu untuk membuat ekonomi masyarakat meningkat, kemudian secara tidak langsung menciptakan lapangan pekerjaan.

Penerapan desa wisata ini, lanjut Puti, juga disertai dengan menyiapkan infrastruktur untuk yang menjadi kebutuhan pokok. Di antaranya MCK yang bersih dan layak, penginapan, dan jasa untuk menunjukkan keberadaan daerah wisata. Semua harus dikemas bersama supaya keberadaan desa wisata bisa diketahui dengan baik.

"Infrastruktur juga harus diperhatikan dengan baik, jangan sampai desa wisata muncul infrastruktur tidak diperhatikan," katanya.

 

Reporter: Arif Ardlyanto

Sumber: Merdeka.com

 

Saksikan video pilihan di bawah ini: