Sukses

Kunjungi Ende, Mama Emi Dengar Curhatan Warga

Liputan6.com, Ende - Usai disambut antusias warga enam desa dengan pengalungan selendang adat, Calon Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emilia Julia Nomleni atau Mama Emi mendapat keluhan. Keluhan tersebut soal kondisi jalan yang rusak parah sehingga menyulitkan warga memasarkan hasil pertaniannya ke kota.

Hal ini terjadi saat Mama Emi melakukan safari politik ke Desa Rororea, Tanaroro, Kecamatan Nagapanda, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur.

Menurut salah satu tokoh adat Yohanes Bato, warga berani mengeluh ke Mama Emi karena hanya Marianus Sae-Emelia Nomleni (Marhaen) satu-satunya pasangan cagub-cawagub yang memiliki program membangun dari desa.

"Di desa kami banyak hasil kakao, tetapi susah dipasarkan karena jalan rusak. Kami yakin Paket Marhaen tidak hanya memberi janji karena Marianus Sae sudah terbukti membangun Kabupaten Ngada," ujar Yohanes.

Dia mengatakan, sosok Paket Marhaen merupakan idola masyarakat desa di Kabupaten Ende karena selain diyakini mampu membawa perubahan, tapi juga berani turun ke desa-desa mendengar keluhan warga. Karena itu, lanjut Yohanes, warga kecamatan Nagapanda siap memenangkan paket Marhaen.

"Ini sebuah kebanggaan bagi kami, karena Mama Emi seorang perempuan bisa mengunjungi desa kami, selama ini kami hanya menonton Mama Emi lewat TV, sekarang kami mendengar langsung Mama Emi bicara. Apapun terjadi, kami untuk paket Marhaen," tegas Yohanes.

Warga lainnya Maria Keke mengatakan, Kecamatan Nagapanda merupakan wilayah penghasil kakao terbesar di Kabupaten Ende, namun warga merasa kesal karena harga kakao selalu ditentukan oleh para tengkulak.

"Tengkulak memberi harga kecil karena alasan kondisi jalan, tetapi kami terpaksa jual. Kami berharap, jika Marhaen memenangkan Pilgub NTT, kami minta hidupkan koperasi-koperasi atau Bumdes, sehingga petani bisa menjadi penentu harga komoditi," kata Maria.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

1 dari 2 halaman

Mama Emi Siapkan NTT Berdaya

Menanggapi keluhan warga, Mama Emi mengatakan, hasil pertanian merupakan sebuah kekuatan ekonomi kerakyatan yang menjadi perhatian khusus paket Marhaen.

"Selain membangun insfrastruktur, Paket Marhaen akan fokus di penguatan ekonomi rumah tangga dan ekonomi kerakyatan," kata dia.

Untuk menjawab kebutuhan masyarakat, lanjut Mama Emi, paket Marhaen mengusung program NTT berdaya dan NTT bekerja. NTT berdaya meliputi, pendidikan, pelayanan kesehatan dan penguatan ekonomi perempuan dan kaum muda.

"Soal pelayanan kesehatan, paket Marhaen akan siap menjalankan program Jokowi yakni, Kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). JKN harus dinikmati seluruh masyarakat NTT dan akan membangun rumah sakit rujukan di wilayah Flores dan Sumba," ucapnya.

Sementara itu, lanjut dia, program NTT bekerja meliputi infrastrukur dan ekonomi kerakyatan.

"Potensi peternakan, pertanian dan seluruh kearifan lokal akan menjadi perhatian kami. Terkait infrastruktur, paket Marhaen akan melakukan intervensi dan koordinasi dengan pemerintah kabupaten sesuai status jalan, juga akan melanjutkan program anggur merah untuk penguatan ekonomi rakyat," tandas Mama Emi.

 

Reporter : Randy Ferdi Firdaus

Sumber  : Merdeka.com

Artikel Selanjutnya
Mendagri: Pilkada Serentak tapi Aroma Pilpres
Artikel Selanjutnya
Sindir Asyik, Mendagri: Kampanye buat Daerah, tapi Bicara Ganti Presiden