Sukses

Nurdin Abdullah: Sulsel Maju jika Dipimpin Orang Mampu

Liputan6.com, Makassar Calon Gubernur Sulawesi Selatan (Cagub Sulsel) Nurdin Abdullah mengajak masyarakat Sulsel agar memilih pemimpin yang betul-betul mampu mendorong Sulsel bisa lebih maju.

Salah satunya memperbaiki sektor pendidikan. Kata dia, pendidikan yang berkualitas akan menciptakan sumber daya manusia (SDM) berkualitas yang dapat mendorong Sulsel ke arah yang lebih maju.

"Sekarang kita butuh pendidikan berkualitas untuk meningkatkan sumber daya berkualitas. Kita tidak bicara lagi pendidikan gratis," kata Nurdin Abdullah, Selasa (27/3/2018).

Berkaca ke daerah yang pernah ia pimpin sebelumnya yakni Kabupaten Bantaeng. Di mana kata dia, pendidikan di Kabupaten Bantaeng dimulai sejak usia dini. Anak-anak mulai satu tahun dititip di tempat penitipan bayi, supaya asupan gizi bagus.

"Di tempat penitipan bayi pemerintah menyiapkan gizi yang bagus. Kalau anak-anak sehat, itu akan memotong mata rantai kemiskinan," terang Nurdin Abdullah.

 

2 dari 2 halaman

Mampu Yakinkan Pemerintah Pusat dan Luar Negeri

Tak hanya itu, ia juga menyatakan untuk memimpin Sulsel harus mampu meyakinkan Pemerintah Pusat maupun luar negeri agar mau menitipkan uang ke Sulsel. Uang yang mengendap di luar negeri banyak, hanya saja tidak tahu mau diinvestasi di mana.

"Kalau ada pemerintah yang bisa dipercaya, uang mengalir ke Sulsel," ujar Nurdin Abdullah.

Hal itu diakuinya telah dibuktikan. Di mana daerah yang pernah ia pimpin yakni Kabupaten Bantaeng yang hanya memiliki anggaran kecil tapi bisa membangun.

"Karena saya mampu mendatangkan uang dari pusat maupun luar negeri," akui Nurdin Abdullah yang berpasangan dengan Andi Sudirman Sulaiman, adik kandung Menteri Pertanian, Amran Sulaiman pada Pilgub Sulsel 2018.

Tokoh masyarakat Kecamatan Manggala, Makassar, Badoa mengatakan, Nurdin Abdullah yang berpasangan dengan Andi Sudirman Sulaiman dalam Pemilihan Gubernur 27 Juni 2018, memiliki jaringan pusat dan luar negeri serta bisa dipercaya.

Selain memiliki jaringan, kandidat usungan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu dinilai sudah terbukti hasil kerjanya selama memimpin Kabupaten Bantaeng dua periode.

"Karena kejujuran yang menyebabkan kepercayaan pusat dan luar negeri tertanam kepada pasangan berjuluk Prof Andalan tersebut," ungkap Badoa warga asli daerah Manggala, Kota Makassar, Sulsel itu.

Loading
Artikel Selanjutnya
Apa Kabar Kasus Dugaan Pengeroyokan Aktivis di Makassar?
Artikel Selanjutnya
Nasib Kasus Perusakan Ruko di Makassar Setelah Nyaris 3 Tahun