Sukses

Djarot Kunjungi Rumah Pengasingan Bung Karno di Karo

Liputan6.com, Karo - Calon Gubernur Sumatera Utara nomor urut dua Djarot Saiful Hidayat mengunjungi lokasi pengasingan Bung Karno di Desa Lau Gumba, Kecamatan Berastagi, Kabupateb Karo.

Lokasi pengasingan Presiden Pertama RI Sukarno tersebut kini dijadikan mess (penginapan) yang dikelola Pemerintah Provinsi Sumut.

Djarot didampingi sejumlah kader PDI Perjuangan seperti Baskami Ginting, Taufan Agung Damanik, dan Siti Aminah Peranginangin, saat meninjau lokasi pengasingan Bung Karno.

Djarot melihat ruangan dan tempat tidur yang digunakan Bung Karno bersama mantan Menteri Luar Negeri Agus Salim, dan mantan Perdana Menteri Sutan Syahrir selama dalam pengasingan.

Kemudian, Cagubsu yang diusung PDI Perjuangan dan PPP itu melihat pohon beringin dan pendopo yang digunakan Bung Karno untuk bersantai selama diungsikan di Karo.

Menurut Djarot, lokasi pengungsian atau pengasingan Bung Karno tersebut merupakan salah satu situs sejarah yang harus dirawat dan dipelihara. Sebab lokasi yang kini dijadikan mess merupakan salah satu bukti dan saksi sejarah perjalanan dan perjuangan para pendiri bangsa.

"Agar masyarakat tahu Bung Karno pernah diungsikan ke sini," kata cagub yang berpasangan dengan Sihar Sitorus itu, Rabu (14/3/2018).

Mantan Wali Kota Blitar ini mengatakan, lokasi pengungsian di Karo tersebut juga semakin menarik karena direncanakan menjadi lokasi bagi penjajah untuk menghabisi nyawa Bung Karno.

"Dari sejarah yang saya baca, di sinilah rencananya Bung Karno mau dibunuh," ucap Djarot Saiful Hidayat.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

1 dari 2 halaman

Keunikan Lain

Djarot mengatakan, selain sejarah, keunikan lain yang cukup menarik perhatian adalah keberadaan pohon beringin yang berdaun cemara.

Sementara penjaga mess, Sugeng Priyono mengatakan, lokasi pengungsian Bung Karno juga sering dikunjungi wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara seperti dari Belanda, Inggris, Kamboja, Malaysia, dan Singapura.

Hal itu disebabkan tempat tersebut merupakan lokasi pengungsian tiga pahlawan nasional yang memiliki pengaruh sangat besar dalam perjuangan dan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Dalam catatan sejarah, Bung Karno, Agus Salim, dan Sutan Syahrir diungsikan selama 11 hari di tempat itu, yakni sejak 22 Desember 1948 hingga 1 Januari 1949.

"Nggak banyak yang dilakukan Bung Karno selama di sini, karena beliau berstatus tawanan," ungkap Sugeng. 

 

Artikel Selanjutnya
Sekjen PDIP Sebut Jokowi Makin Kuat Jika Djarot-Sihar Menang
Artikel Selanjutnya
Ditawari Banyak Marga, Djarot Menolak dengan Alasan Ini