Sukses

Cagub dan Cawagub Jabar Ambil Nomor Urut Lewat Kendi

Liputan6.com, Bandung - Pasangan calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) Jawa Barat pada Pilkada 2018 akan mengambil nomor urut Selasa (13/2/2018) malam. Teknis pengundian kali ini berbeda dengan pilgub sebelumnya, karena para paslon mengambil nomor urut dari sebuah kendi.

"Itu sebuah simbol, yang sarat makna," ujar Komisioner KPU Jabar, Endun Abdul Haq dalam keterangan tertulisnya, Selasa (13/2/2018).

Endun menambahkan, nomor yang didapat paslon itu akan menjadi identitas paslon, yang selanjutnya digunakan untuk alat peraga kampanye (APK), bahan kampanye (BK) dan surat suara.

"Para paslon tidak diberi kesempatan menyampaikan pidato dalam forum, tetapi langsung menandatangani deklarasi damai," sebut Endun.

Pengundian nomor urut Pilkada Jabar 2018 dikemas dalam rangkaian acara formal dan dibalut rangkaian kesenian tradisional mulai pukul 19.00 WIB.

"Kegiatan ini akan dihadiri sekitar 1.500 undangan, terdiri atas masing-masing 200 pendukung paslon dan 700 orang dari unsur pemerintahan dan bawaslu, Ketua KPU Provinsi se-Indonesia, bupati/walikota dan panwaslu Kabupaten/Kota se-Jawa Barat," jelas dia.

Tak hanya itu, setiap cagub atau cawagub Pilkada Jabar 2018 masing-masing akan mendapat pengawalan 10 petugas kepolisian dari Polda Jabar.

1 dari 2 halaman

2 DM Sudah Hadir

Calon gubernur dan wakil gubernur Deddy Mizwar dan pasangannya Dedi Mulyadi datang pertama ke SOR Arcamanik, Kota Bandung, Selasa (13/2) sore. Duet pasangan calon yang dikenal dengan 2DM ini tiba secara terpisah untuk mengambil nomor urut pada Pilgub 2018.

Deddy tiba lebih awal pukul 17.40 WIB. Dia datang bersama tim sukses yang berjumlah 200 orang.

"Sesuai undangan saja ya, 200 orang," kata Demiz.

Disinggung soal harapan nomor urut, Demiz tidak terlalu mempermasalahkan.

"Asalkan jangan nomor 5 karena nomor 5 tidak ikut Pilgub," kata dia.

Demiz mengaku jika pasangannya Dedi Mulyadi berangkat langsung dari Purwakarta. Sementara Dedi yang tiba sekitar 10 menit kemudian membenarkan hal tersebut.

Serupa dengan Demiz, Dedi mengaku menyerahkan apapun hasil undian. "Yang penting jangan nomor 9. Kita tidak berproblem nomornya berapa," ujar Dedi.

Artikel Selanjutnya
Pilkada Sumut, Edy-Ijeck Nomor Urut 1 dan Djarot-Sihar Nomor 2
Artikel Selanjutnya
Perang Yel-Yel, Khofifah Nomor Urut 1 dan Gus Ipul Nomor Urut 2