Sukses

Membelot Partai Golkar, Cawagub Sumsel Bakal Dipecat?

Liputan6.com, Palembang - Mantan Bupati Ogan Ilir (OI) Mawardi Yahya tercatat sebagai salah satu kader Partai Golkar di Sumatera Selatan (Sumsel). Pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumsel, Mawardi Yahya memilih maju sebagai Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumsel, mendampingi Calon Gubernur (Cagub) Herman Deru.

Pasangan calon (paslon) ini diusung ini diusung oleh tiga partai politik (parpol), yaitu Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dan Partai Nasional Demokrat (Nasdem).

Keberadaan Mawardi Yahya dalam bursa Pilkada Sumsel tentunya bertentangan dengan keputusan Partai Golkar, yang memilih mengusung rivalnya, Dodi Reza Alex Noerdin dan Giri Ramandha Kiemas.

Sebagai kader partai, keputusan Mawardi Yahya untuk maju dalam Pilkada Sumsel menjadi perhatian serius partai berlambang pohon beringin ini.

Ketua DPD Sumsel Partai Golkar Alex Noerdin sudah mengetahui majunya Mawardi Yahya sebagai Cawagub Sumsel dengan dukungan partai lain. Mereka akan mengadakan rapat untuk membahas aksi pembelotan politisi senior Partai Golkar ini.

"Kita rapatkan dulu. Iya, pasti akan ada sanksi," ujarnya kepada Liputan6.com, Jumat, 12 Januari 2018.

Alex Noerdin yang juga menjabat sebagai Gubernur Sumsel ini memastikan, posisi Mawardi Yahya sebagai Ketua DPD Ogan Ilir Partai Golkar akan segera berakhir.

1 dari 3 halaman

Hindari Awak Media

Namun dirinya masih mempersilahkan Mawardi Yahya untuk tetap mengklaim sebagai bagian dari Partai Golkar.

“Boleh saja (klaim sebagai kader Partai Golkar), tapi dia tidak lagi menjadi kader Partai Golkar, ketua (DPD Ogan Ilir) Golkar juga tidak lagi,” ungkapnya.

Jika masih merasa sebagai kader Golkar, lanjut Alex Noerdin, Mawardi Yahya tidak akan memilih maju sebagai Cawagub Sumsel dan menjadi rival paslon yang diusung Partai Golkar.

Mantan Bupati Musi Banyuasin (Muba) ini juga menegaskan, akan memberi sanksi sama bagi seluruh kader Partai Golkar, jika membelot terhadap keputusan partai.

Saat ditemui saat mengikuti tes kesehatan di Rumah Sakit Muhammad Hoesin (RSMH) Palembang, Mawardi Yahya memilih bungkam saat ditanyakan tentang pemecatannya.

“Nanti ya.. Nanti,” katanya singkat.

Ketika ditanyakan kembali di tengah jeda tes kesehatan, ayah dari mantan Bupati OI Ahmad Wazid Noviadi ini memilih meninggalkan para awak media.

Dari informasi yang dihimpun, Mawardi Yahya belum mendapat surat pemecatan, baik sebagai Ketua DPD Ogan Ilir maupun kader Partai Golkar.

2 dari 3 halaman

Protes Partai Pengusung

Dirinya masih tercatat sebagai ketua DPD Ogan Iir masa periode 2016-2021. Mawardi Yahya dilantik secara aklamasi menjadi Ketua DPD Ogan Ilir Partai Golkar.

Majunya Herman Deru-Mawardi Yahya juga mendapatkan protes dari Ketua DPD Sumsel Partai Hanura, Mularis Djahri.

Calon Wali Kota (Cawako) Palembang ini tidak mengakui adanya dukungan khusus partainya untuk Herman Deru-Mawardi Yahya.

“Saya belum mendapatkan surat keputusan dari DPP Partai Hanura tentang usungan ke paslon lain. Saya merekomendasikan Dodi Reza-Giri Ramandha sebagai paslon yang diusung,” katanya.

Dirinya juga akan menindak tegas kader Partai Hanura yang membelot keputusannya dan mendukung paslon Herman Deru-Mawardi Yahya.

Sebelum menggelar deklarasi Pilkada Sumsel, Herman Deru menepis anggapan bahwa dukungan Partai Hanura hanya isapan jempol semata.

“Saya resmi didukung oleh Partai Hanura untuk maju Pilkada Sumsel. Untuk itu (penolakan dari Ketua DPD Sumsel), saya tidak mau berkomentar, itu urusan internal partai mereka,” ujarnya.

Pernyataan Herman Deru terbukti setelah perwakilan DPP Partai Hanura hadir dalam deklarasinya dan menyerahkan Surat Keputusan (SK) usungan Pilkada Sumsel.

Artikel Selanjutnya
Ketua KPU: Datang ke TPS Jangan Tunggu Ada yang Membayari
Artikel Selanjutnya
KPU Adakan Pagelaran Seni Budaya di Monas, Sosialisasikan Pemilu 2019