Sukses

DKPP Pantau Langsung Pencetakan Surat Suara Pemilu 2019

Liputan6.com, Jakarta - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPK) mendatangi lokasi pencetakan surat suara Pemilu 2019. Lokasi percetakan yang ditinjau langsung oleh DKPP di PT Aksara Grafika Pratama di Cakung, Jakarta Timur.

"Kehadiran DKPP ingin memastikan saja bahwa surat suaranya sudah mulai dicetak. Ini kepastian," ujar anggota DKPP Alfitra Salam di lokasi, Minggu (20/1/2019).

Selain memastikan surat suara sudah dicetak, DKPP juga ingin meninjau secara langsung kualitas surat suara yang dicetak. DKPP berharap semuanya berjalan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

"Kami juga ingin memastikan quality control-nya, keamanan printingnya, begitu juga proses-proses distribusinya akan kami cek," kata dia.

Tak hanya DKPP, anggota Bawaslu RI Fritz Edward Siregar juga turut memantau secara langsung pencetakan surat suara. Edward menyatakan, kehadirannya di gedung percetakan untuk memastikan jumlah surat suara yang dicetak sesuai.

"Bawaslu itu memastikan apakah memang benar dipercetakan ini total jumlah surat suara memang mencetak dari untuk provinsi itu saja. Kemudian apakah pencetakannya sesuai dengan timeline yang sudah disepakati antara KPU dengan perusahaan-perusahaan cetakan," kata dia.

Untuk konsorsium PT Aksara Grafika Pratama sendiri akan mencetak surat suara untuk Provinsi Banten dan Lampung. Di Lampung itu 3.166.191 lembar dengan nilai kontrak Rp 17.238.978.774, sementara untuk Banten 38.010.183 lembar dengan jumlah kontrak Rp19.700.605.291.

 

2 dari 2 halaman

Hemat Rp 291 Miliar

 Komisi Pemilihan Umum (KPU) mulai mencetak surat suara untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Total surat suara yang akan dicetak yakni 939.879.651 oleh enam perusahaan.

"Enam perusahaan ini masing-masing memiliki konsorsium yang bersama-sama melakukan produksi surat suara untuk seluruh Indonesia," ujar Komisioner KPU Ilham Saputra di Gedung Percetakan Gramedia, Jakarta, Minggu (20/1/2019).

Enam perusahaan tersebut yakni PT Aksara Grafika Pratama, PT Balai Pustaka, PT Temprina Media Grafika, PT Gramedia, PT Adi Perkasa Makassar, dan PT Puri Panca Pujibangun.

Ilham mengatakan, untuk pencetakan surat suara Pemilu 2019 ini, KPU menghemat dana senilai Rp 291 miliar.

"KPU setidaknya berhasil melakukan penghematan Rp 291.378.192.100 dari total pagu anggaran Rp 894.720.293.000 atau telah hemat Rp 269.349.301.525 dari Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Rp 872.691.402.425," kata dia.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Diduga Stres Pencalonan, Caleg Gantung Diri

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Perhatikan, Ini Beda Warna Surat Suara Pileg dan Pilpres 2019
Artikel Selanjutnya
KPU Pastikan Tak Ada Surat Suara Palsu pada Pemilu 2019