Sukses

Sensasi Keliling Labuan Bajo Pakai Motor Listrik

Liputan6.com, Jakarta - Target pemerintah untuk mempercepat kehadiran kendaraan listrik di Indonesia, terus disambut baik para stakeholder. Kali ini, PLN sebagai penyedia layanan listrik satu-satunya di Indonesia, mengajak beberapa stakeholder untuk merasakan sensasi mengendarai motor listrik di kawasan wisata Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Dalam kesempatan ini, PLN, turut mengajak Menteri ESDM, Arifin Tasrif, berkeliling kawasan wisata tersebut sambil mengendarai kendaraan raman lingkungan.

Hal ini untuk memberikan pengalaman baru agar pemerintah dapat merasakan langsung seperti apa mengendarai kendaraan listrik tersebut.

Usai menjalani tur keliling wilayah tersebut, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan bahwa beberapa manfaat juga langsung dirasakan pengguna motor listrik.

"Alhamdulillah tur motor listrik berjalan dengan lancar. Motornya sangat efisien, karena menggunakan listrik, biaya hanya sepertiga saja. Jadi operasionalnya menurun drastis," jelas Darmawan Prasodjo, dalam keterangan resminya beberapa waktu lalu.

Tentunya, PLN sebagai garda terdepan dalam proses transisi ini berkomitmen untuk terus mendukung dengan melakukan pengembangan infrastruktur secara masif.

Di antaranya perluasan jaringan dan jangkauan pengisian daya kendaraan listrik termasuk pembangunan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) di berbagai wilayah Indonesia.

Hingga Mei 2022, PLN membangun 129 unit SPKLU yang terdiri dari Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Fast Charging dan Ultra Fast Charging yang tersebar di 98 titik.

“Targetnya, hingga akhir tahun nanti kami sudah menganggarkan untuk menambah 40 unit SPKLU lagi,” pungkas Darmawan.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Kendaraan Listrik Berpeluang Kuasai Dunia

Penjualan kendaraan listrik dapat mencapai hingga 33 persen secara global pada 2028. Kemudian, pada 2035, bisa mengambil 54 persen karena permintaan yang meningkat di sebagian besar pasar utama. Demikian dinyatakan oleh konsultan AlixPartners, Kamis (23/6/2022).

Disitat dari Reuters, penjualan kendaraan listrik menyumbang kurang dari 8 persen dari total secara global pada 2021. Sedangkan hingga kuartal pertama 2022, hanya berkontribusi di bawah 10 persen.

Sementara itu, untuk mendukung permintaan tersebut, pembuat dan pemasok berharap untuk berinvestasi setidaknya US$526 miliar untuk kendaraan listrik dan baterai dari 2022 hingga 2026, tulis perusahaan dalam pengarahan global Automotive Outlook tahunannya.

Menurut Mark Wakefield, salah satu pemimpin praktik otomotif perusahaan, industri sendiri masih menghadapi tantangan ekonomi dan rantai pasokan selama transisi dari kendaraan dengan mesin pembakaran internal (ICE) ke listrik.

"Transisi akan membutuhkan perubahan drastis di model operasi, bukan hanya pabrik dan manusia, tetapi seluruh cara kerja," katanya.

Beberapa perusahaan otomotif akan mendapatkan manfaat dari memisahkan bisnis kendaraan konvensional dan listriknya.

Bahan baku untuk kendaraan listrik juga memiliki harga lebih dari dua kali lipat dibanding konvensional, menurut data Mei 2022.

3 dari 3 halaman

Infografis Kader PDIP Tidak Loyal dan Sentilan Megawati