Sukses

Subaru Indonesia Bakal Jualan Mobil Listrik Jika Infrastruktur Sudah Siap

Liputan6.com, Jakarta - PT Plaza Auto Mega (Plaza Subaru) mengkonfirmasi jika saat ini belum berminat mendatangkan produk kendaraan listrik.

Dijelaskan oleh Chief Operating Officer (COO) Subaru Indonesia, Arie Christopher meski dalam waktu dekat pihaknya belum ingin menjual mobil listrik, sederet rencana untuk terjun ke elektrifikasi sudah disiapkan.

"Pasti Subaru Indonesia akan mengikuti tren, hanya memang jika ingin menjual produk hybrid dan full elektrik harus siap dulu infrastrukturnya. Dan persiapan ini yang membutuhkan waktu," kata Arie, belum lama ini.

Lebih lanjut, dia menerangkan, Subaru Indonesia baru akan menjual mobil listrik setelah proses studi dan persiapan infrastruktur selesai. Sebab ini berkaitan dengan kepuasan dan kenyamanan konsumen.

"Saat ini saya belum bisa bicara apapun, tapi yang saya bisa bilang untuk ke arah situ (jual mobil listrik) pasti ada. Intinya kita tidak ingin menjual jika infrastruktur pendukungnya belum siap. Kami akan melakukan perubahan jika siap, sebab tujuannya untuk kepuasan konsumen sendiri. Kita terus menganalisa sambil menyiapkan infrastrukturnya," imbuhnya. 

Menyoal produk elektrifikasi, sebenarnya Subaru di pasar global memiliki ragam mobil hybrid dan baru saja meluncurkan mobil listrik murni. Di segmen hybrid, mereka punya Crosstrek (XV), Forester, hingga Impreza.

Sementara untuk model BEV (Battery Electric Vehicle) atau listrik murni pabrikan asal Jepang ini punya Subaru Solterra yang jadi saudara kembar dari Toyota bZ4X.

Keduanya memang produk hasil kolaborasi setelah sama-sama menggunakan platform yang identik.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Performa

Punya tampilan sebuah SUV crossover, Solterra diracik dari platform e-TNGA kepunyaan Toyota atau yang Subaru sebut sebagai e-Subaru. Bahkan untuk dimensinya pun sama yakni memiliki panjang 4.690 mm, lebar 1.860 mm, dan tinggi 1.650 mm.

Subaru Solterra dibekali dengan baterai lithium-ion berdaya 71,4 kWH yang memiliki jarak tempuh berbeda-beda. Di mana untuk versi penggerak roda depan (FWD) punya jangkauan 567 kilometer sedangkan versi penggerak 4 roda (AWD) punya jarak tempuh 542 kilometer.

Mobil ini ditenagai oleh synchronous motor AC yang mana untuk versi penggerak roda memiliki tenaga hingga 201 hp. Sementara untuk opsi penggerak AWD memiliki tenaga sampai 214 hp.

Ada beberapa fitur canggih yang disuntik pada mobil listrik ini, misalnya sistem kontrol X-Mode AWD hingga Grip Control Function. Menyoal banderolnya, di Jepang Solterra dijual dalam 2 varian yakni ET-SS seharga 5,940,000 Yen atau setara Rp681 jutaan (FWD) dan 6,380,000 yen atau Rp732 jutaan untuk opsi AWD.

Sementara varian tertinggi atau ET-HS dihargai 6,820,000 Yen atau Rp782 jutaan. Varian ini hanya tersedia untuk penggerak AWD saja. Secara produk sudah siap dan ada, kita tinggal menunggu saja kesiapan Plaza Subaru untuk terjun ke segmen elektifikasi.

Sumber: Oto.com