Sukses

Berkat Subsidi Pemerintah, Penjualan Mobil Listrik Meningkat Pesat

Liputan6.com, Jakarta - Tiongkok menjadi salah satu basis penjualan mobil listrik terbesar di Asia. Pada 2021 lalu, penjualan mobil listrik mereka tercatat sebesar 3,52 juta unit.

Besarnya volume penjualan tersebut, bukan hanya terjadi pada tahun lalu. Namun, berdasarkan informasi CarNewsChina, pada 2009 lalu negara ini juga mampu melampaui torehan yang dicatatkan pasar otomotif Amerika Serikat.

Menurut CPCA, angka penjualan tersebut masih terus merangsek naik pada 2022. Bahkan, mereka mengatakan penjualan tersebut akan melebihi 5 juta unit untuk tahun ini.

Pada Desember 2021, penjualan mobil listrik mencapai angka 505.000 unit. Angka tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 138,9 persen dibandingkan pada periode yang sama pada tahun 2020.

Sementara bicara brand yang berhasil meraih cuan dari penjualan tersebut didominasi oleh BYD. Mereka sukses menjual sebanyak 93.338 unit dan menjadi pemain terbesar di Tiongkok untuk mobil listrik.

Sedangkan Tesla, sukses mengemas penjualan sebesar 70.847 unit dan kemudian dilanjutkan oleh Wuling dengan penjualan 60.372 unit. Selain tiga produsen tersebut, pabrikan lainnya yang juga mengukir torehan positifnya adalah Great Wall, Chery, Geely, serta SAIC Motor.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Ditopang Subsidi yang Diberikan Pemerintah

Pencapaian tersebut juga berkat dukungan dari pemerintah setempat, di mana mereka memberikan subsidi penuh untuk konsumen yang membeli mobil ramah lingkungan ini.

Sementara pada 2022, mereka akan memangkas subsidi yang diberikan sebesar 30 persen dari yang diberikan pada tahun 2021. Nantinya, pemerintah sudah berencana untuk menghentikan pemberian subsidi tersebut pada 2023 mendatang.

3 dari 3 halaman

Infografis 12 Cara Sehat Hadapi Stres Era Pandemi Covid-19