Sukses

Kalah dari Mercedes-Benz, Nakhoda BMW Resmi Mengundurkan Diri

Liputan6.com, Jakarta - CEO BMW, Harald Krueger resmi mengumumkan untuk tidak memperpanjang kontraknya yang berakhir pada 30 April 2020. Kabarnya, Anggota Dewan BMW, Oliver Zipse menjadi kandidat terkuat sebagai penggantinya.

Langkah pengunduran diri Krueger ini, dikaitkan dengan performa pabrikan asal Jerman ini yang menurun. Pasalnya, BMW kehilangan gelarnya sebagai pemuncak sebagai merek mobil mewah, dikalahkan Mercedes-Benz pada 2016.

Selain itu, BMW juga terus menunda produksi mobil listrik berbasis serat karbon, pada saat kendaraan tanpa emisi ini dibuat oleh Tesla, dan cukup sukses di pasaran global.

"Calon CEO tidak akan mengejutkan," ujar salah satu sumber yang mengetahui rencana pengganti Krueger ini, seperti dilansir Reuters, Senin (8/7/2019).

Sementara itu, BMW sendiri telah berencana untuk membuat 25 model baru mobil listrik pada 2023 mendatang. Meskipun begitu, pabrikan Negeri Bavarian ini memang masih terlihat hati-hati terkait pergerakan pasar mobil listrik dunia, dan baru diprediksi menyentuh penjualan dua kali lipat pada 2021 mendatang.

Terlepas dari hal tersebut, BMW sendiri telah berencana untuk berinvestasi terkait penelitian kendaraan baru. Bahkan, BMW telah menggandeng Mercedes-Benz untuk pengembangan mobil tanpa sopir, dengan investasi US$1 miliar.

2 dari 3 halaman

Karir Krueger

Sebagai informasi, Krueger menjabat sebagai CEO BMW pada 2014, dan mulai bekerja pada 2015.

"Setelah lebih dari sepuluh tahun di Dewan Manajemen, lebih dari empat di antaranya sebagai CEO BMW Group, saya ingin mengejar upaya profesional baru dan meningkatkan pengalaman internasional saya yang beragam untuk proyek dan usaha baru," pungkas Krueger dalam sebuah pernyatan.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Mobil Listrik Denza X, Hasil Kolaborasi Mercedes-Benz dengan Pabrikan Cina
Artikel Selanjutnya
BMW i4 Mulai Diuji, Siap Produksi Massal pada 2021