Sukses

Catat, Ini Penyebab Kopling Cepat Aus

Liputan6.com, Jakarta - Tidak jarang para pemilik motor yang mengeluhkan koplingnya mulai selip. Jika sudah begitu, berkendara pun terasa kurang nyaman. Padahal sebelumnya, si pemilik roda dua baru saja mengganti kampas kopling tersebut.

Lalu, apa penyebabnya kampas kopling cepat aus?

Jika dilihat dari buku petunjuk manual produk sepeda motor, dijelaskan jika rata-rata waktu pemakaian kanvas kopling sekitar 15 ribu sampai 20 ribu km, atau sekitar dua tahun dalam pemakaian normal.

Tapi dalam beberapa kondisi, kampas kopling tersebut bisa saja hanya bisa dipakai beberapa bulan saja.

Melansir laman resmi Suzuki Indonesia, ada banyak hal yang dapat menyebabkan hal ini, salah satu yang paling umum adalah, perilaku mengemudi yang buruk, misalnya sering buka-tutup kopling sambil menghentak-hentakkan tuas gas, menggantung tuas kopling atau mengemudi dengan setengah kopling.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

Kemudian, cara berkendara lainnya yang berisiko membuat kampas kopling cepat aus adalah, kebiasaan menahan tuas kopling saat posisi berhenti lama, contohnya saat saat berhenti di lampu merah, Anda menahan tuas kopling sementara posisi gigi masuk.

Untuk jeda lama atau berhenti lama (sekitar satu menit), sebaiknya tuas kopling dibiarkan saja, dan posisi gigi dinetralkan. Baru ketika akan jalan, Anda bisa kembali menarik tuas kopling dan posisi gigi dimasukkan kembali.

Selain dari perilaku mengemudi, kampas kopling yang cepat aus pun bisa disebabkan karena faktor setelah kopling yang terlalu dekat. Memang posisi ini akan memudahkan pengendara saat harus berpindah gigi, tapi resikonya harus terus menekan tuas kopling saat kecepatan rendah.

3 dari 3 halaman

Selanjutnya

Untuk ukuran yang tepat, bisa juga mengatur jarak bebas tuas kopling sekitar 1,5-2 cm saja. Dengan cara ini, kampas kopling bisa dimaksimalkan, dan usia pakainya pun jadi lebih lama.

Tidak kalah pentingnya, wajib menggunakan kampas kopling yang direkomendasikan untuk merek sepeda motor Anda. Spare part OEM ini memang cenderung lebih mahal, tapi kualitasnya jauh lebih maksimal ketimbang produk lokal, baik untuk performa mesin ataupun dalam hal usia pakai.

Loading
Artikel Selanjutnya
Mau Pasang Roof Box dan Roof Rack, Perhatikan Hal Ini
Artikel Selanjutnya
Cegah Karatan, Jangan Biarkan Tangki Bensin Sepeda Motor Kosong