Sukses

Top3 Berita Hari Ini: Honda CB150 Verza dan Kawasaki Ninja 250

Liputan6.com, Jakarta Motor model sport Honda masih terus bertahan. Terakhir Honda Astra Motor menampilkan wujud terbaru dari CB150 Verza. Seandainya Anda disuruh memilih, akankah pilihan itu jatuh padanya atau model lain. Polling minggu ini terus berlanjut dan jadi perhatian. Berikut ringkasan berita populer lainnya:

1. Tentukan, Pilih CB150 Verza atau MegaPro?

PT Astra Honda Motor (AHM) baru-baru ini merilis all new Honda CB150 Verza. Berstatus sebagai motor sport entry level, CB150 Verza ditawarkan dengan banderol relatif terjangkau namun memiliki kemampuan yang tidak bisa diremehkan.

Dari segi karakter, CB150 Verza memiliki kemiripan dengan Honda MegaPro yang sudah memiliki sejarah panjang di Tanah Air. Keduanya lahir sebagai motor sport perkotaan dengan bahasa desain klasik dan cenderung kaku. Selengkapnya baca di sini.

2. Harga Resmi Yamaha Lexi 125 Diumumkan Bulan Depan

Yamaha Lexi 125 akan menjadi senjata baru bagi Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) untuk menggempur pasar sepeda motor Tanah Air. Dengan banderol relatif terjangkau namun kaya fitur, skutik anyar ini diprediksi mampu mengganggu "kenyamanan" Honda Vario series.

Ya, Yamaha Lexi memang digadang-gadang menjadi penerus kesuksesan Maxi Yamaha. Skutik 125 cc memiliki tampilan mewah seperti Maxi Yamaha lainnya, seperti NMax, XMax dan TMax. Selengkapnya baca di sini.

3. Kawasaki Ninja 250 Asapi Honda CBR250RR dan Yamaha R25

Kawasaki Ninja 250 keluaran terbaru menjadi motor 250 cc pilihan pembaca Liputan6.com. Setidaknya itu dibuktikan lewat polling mingguan yang telah tim Otomotif-Liputan6.com gelar sejak pekan kemarin.

Hasilnya, Kawasaki Ninja 250 sukses mengasapi lawan-lawannya dengan persentase 47 persen dari total pemilih mencapai 339 partisipan. Selengkapnya baca di sini.

1 dari 2 halaman

Oli Berkurang Padahal Mobil Sehat, Apa Penyebabnya?

Penggunaan oli di kendaraan memang bisa berkurang karena beberapa faktor, seperti menguap akibat panas terus menerus. Lalu, bisa juga karena kebocoran pada sektor mesin.

Dijelaskan Retail Division Head Astra Otoparts, Indra Nugraha Wisuda, penguapan karena spesifikasi kendaraan dan oli tidak benar. Artinya, mobil yang seharusnya menggunakan oli yang kental (SAE tinggi) tapi menggunakan yang encer (SAE rendah).

"Dengan begitu, oli akan cepat berkurang karena penguapannya lebih cepat oli yang encer. Terlebih lagi, dengan mobil yang memiliki performa (kapasitas mesin) besar," jelas Indra saat berbincang dengan wartawan di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Lanjut Indra, penguapan tersebut karena daya gesek piston untuk mobil berkapasitas besar lebih cepat. Lalu, gear ratio untuk mobil dengan mesin berkapasitas besar juga lebih padat, makanya harus menggunakan oli dengan SAE tinggi.

"Solusinya, ditambah boleh tapi ada batasannya juga. Oli yang encer memang lebih cepat menguap," tegasnya.

Jadi, pria ramah ini juga menyarankan kalau mobil dengan produksi lama (mobil tua), jangan menggunakan oli yang encer. Selain itu, perhatikan juga spesifikasi yang memang sesuai dengan kendaraan kesayangan.

"kalau oli makin habis, tentu saja jadi tidak bagus. Mesin jadi lebih cepat panas, dan pengaruh ke performa mesin," pungkasnya.

Artikel Selanjutnya
Top3: Harga Murah Kendaraan Bekas dan Bule Tercebur Sawah
Artikel Selanjutnya
Top3 Berita Hari Ini: Biaya Pengesahan STNK dan Cara Hemat BBM