Sukses

Power to Weight Ratio, Makhluk Apa Itu?

Liputan6.com, Jakarta - Bagi pecinta mobil sejati, setiap melihat kendaraan tidak hanya berpatokan kepada desain eksterior atau interior saja. Namun, sisi performa pasti menjadi acuan, untuk menilai mobil ini layak dibilang keren atau tidak.

Nah, performa mesin, memang tidak hanya dilihat dari tenaga dan torsi, tapi ada istilah power to weight ratio (PWR). Lalu, apa itu PWR?

Seperti disitat berbagai sumber, power to weight ratio adalah pengukuran kinerja mesin secara keseluruhan.

Caranya, dengan membagi tenaga yang dikeluarkan dengan bobot kendaraan tersebut (Tk/kg). Singkatnya, ini untuk menghitung rasio berat mobil terhadap tenaga.

Untuk diketahui, performa mobil saat melaju tidak sepenuhnya bergantung pada mesin saja. Misalkan, ada dua mobil dengan tenaga yang sama, mobil yang memiliki bobot yang lebih ringan biasanya akan melaju lebih cepat dibanding mobil dengan bobot yang lebih berat.

Sebagai contoh, Toyota Fortuner dan Kijang Innova untuk tipe diesel menggunakan mesin berkapasitas sama, yaitu 2.400 cc. Dengan mesin tersebut, keduanya menghasilkan tenaga yang juga sama 149 ps. 

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

Namun, karena Toyota Kijang Innova mempunyai bobot lebih ringan yakni 1.800 kg, sedangkan Toyota Fortuner mencapai 2.000 kg, maka Toyota Kijang Innova bisa lebih cepat melaju karena memiliki PWR 0,082 ps/kg atau 82 ps/ton. 

Sementara Toyota Fortuner, memiliki PWR 0,074 ps/kg atau 74 ps/ton. Dalam perhitungan PWR, semakin tinggi angkanya maka semakin baik. Namun, hal ini wajar mengingat Fortuner merupakan SUV dengan bodi yang lebih bongsor sehingga mempunyai bobot lebih berat dan menjadikannya lebih stabil.

 

Artikel Selanjutnya
Alternatif Sponge Makeup Terbaru untuk Riasan Lebih Sempurna
Artikel Selanjutnya
Lirik Lagu Fall In Line dari Christina Aguilera dan Demi Lovato