Sukses

Top3 Berita Hari Ini: Bugatti Veyron dan Dilan 1990

Liputan6.com, Jakarta Kehadiran Bugatti Veyron menjadi berita hangat satu hari ini. Maklum, mobil itu harganya Rp 60 miliar dan performanya memang gila. Itulah berita yang terpopuler dan berikut ringkasan berita populer lainnya:

1. Hadir di Indonesia, Mahar Bugatti Veyron Tembus Rp 60 Miliar

Menutup bulan pertama 2018, Prestige Image Motorcars menghadirkan Bugatti Veyron pertama di Indonesia. Mahar yang ditetapkan untuk menebus salah satu mobil tercepat sejagad ini sangat fantastis.

Setelah pada akhir tahun lalu menghadirkan mobil listrik Tesla yang diiringi Lamborghini Huracan Performante, kini Prestige memamerkan Bugatti Veyron 16.4 di showroom mereka yang berlokasi di Pluit, Jakarta Utara. Selengkapnya baca di sini.

2. Terlalu Percaya GPS, Jeep Compass Tercebur ke Danau

Tak selamanya teknologi canggih seperti GPS dapat membantu kehidupan sehari-hari. Sebaliknya, teknologi juga bisa berbahaya. Setidaknya hal ini dialami para penumpang dan pengemudi Jeep Compass di Burlington, Vermont, Amerika Serikat.

Bagaimana tidak, akibat menggunakan GPS dari aplikasi Waze, pengemudi mobil dan teman-temannya tercemplung ke sebuah danau. Selengkapnya baca di sini.

3. Kata Polisi, Dilan 1990 Langgar 2 Pasal Berlalu Lintas

Film Dilan 1990 kini menjadi perbincangan hangat. Bahkan, film yang diangkat dari novel karya Pidi Baiq itu disebut telah tembus 2,2 juta penonton hanya dalam satu pekan.

Film yang memperlihatkan kisah cinta Dilan dan Milea ini memang mendapatkan beragam tanggapan unik, mulai dari parodi maupun meme. Selengkapnya baca di sini.

1 dari 2 halaman

Mobil Semakin Canggih, Montir Tradisional Terancam Punah

Sudah bukan rahasia lagi jika mobil semakin lama semakin canggih, hal tersebut berdampak terhadap pelatihan untuk menjadi montir. Setidaknya itu yang disampaikan oleh Waubonsee Community College Automotive Technology Program, dilansir Chicagotribune.

"Orang keluar dan masuk pada program (pelatihan montir) ini, dan semakin lama semakin berubah. Pada dasarnya, mobil saat ini adalah komputer berjalan dan kita mengisi kekosongannya," ungkap James Armitage, profesor di program Waubonsee.

Masa-masa orang memperbaikinya sendiri dengan bermodalkan kunci seadanya sudah lewat. Kini, untuk menjadi pekerja awal di industri perbaikan mobil membutuhkan sertifikasi khusus.

Hugh Beattie, Senior Group Manager Regional Parts & Service Hyundai Motor America, mengungkapkan, "Industri kita berubah setiap harinya, tapi garis besarnya adalah kita ingin menggunakan transportasi sebagai kebutuhan harian, apakah itu kendaraan sendiri, Uber, atau kendaraan nirsopir. Semuanya membutuhkan perawatan dan perbaikan, dan pelajar yang sedang menuntul ilmu sekarang akan memberikan pelayan tersebut kepada publik."

Menjadi montir tradisional di tengah berkembangnya industri ini menjadi tantangan tersendiri. Mobil yang semakin canggih membutuhkan diagnosa melalui komputer, sehingga masalah pada mobil tidak lagi bisa diselesaikan melalui cara biasa.

Artikel Selanjutnya
Porsche Resmi Hadirkan 718 Cayman GTS di Indonesia, Seberapa Spesial?
Artikel Selanjutnya
5 Fakta Menarik Seputar Bugatti