Sukses

Top3: Bajaj Avenger Seharga Rp 23 Juta dan Datsun Cross

Liputan6.com, Jakarta Bajaj punya cerita sendiri di Indonesia. Makanya tak heran saat ada motor baru Bajaj seharga Rp 23 juta langsung menarik perhatian dan populer. Berikut ringkasan berita populer lainnya:

1. Resmi Meluncur, Bajaj Avenger 220 Street Harganya Rp 23 Juta

Dilansir Indianautosblog (6/1/2018), pabrikan motor asal India Bajaj Auto resmi meluncurkan Bajaj Avenger 220 Street di India dengan harga INR 109.000 On The Road Mumbai atau setara Rp 23 jutaan.

Bajaj Avenger 220 Street diperkirakan akan mengusung mesin satu silinder, berkapasitas 220 cc dengan pendingin. Mesin tersebut diklaim mampu menghasilkan tenaga 19.03 Tk pada putaran mesin 8.400 rpm, dan torsi 17,5 Nm di 7.000 rpm. Memiliki transmisi 5 kecepatan. Selengkapnya baca di sini.

2. Yamaha Kerja Keras supaya Rossi Jadi Jawara 2018, Buktinya?

Yamaha memiliki banyak pekerjaan baru di ajang balap MotoGP 2018. Tentu saja, salah satu yang harus dilakukan adalah membangun sepeda motor yang lebih baik agar Valentino Rossi dapat meraih title juara MotoGP 2018 atau musim yang akan datang.

Oleh karena itu, perusahaan dengan logo Garpu Tala tersebut kini akan disibukan dibanding pabrikan lainnya agar Rossi serta Maverick Vinales keluar dari permasalahan seperti di 2017. Selengkapnya baca di sini.

3. Datsun Cross Harganya Rp 160 Juta, Mahal?

Pertengahan Januari 2018, Datsun Cross akan resmi hadir di Indonesia. Sosok ini pertama kali dikenalkan ke hadapan publik Indonesia pada GIIAS 2016.

Walau merupakan pengembangan dari Datsun Go+, namun Presiden Direktur PT Nissan Motor Indonesia (NMI), Eiichi Koito, lebih suka mengatakan sebagai generasi baru compact crossover. Datsun ingin keluar dari zona mobil murah yang citranya sudah terbentuk lebih dulu. Selengkapnya baca di sini.

1 dari 2 halaman

Yamaha Kerja Keras supaya Rossi Jadi Jawara 2018

Yamaha memiliki banyak pekerjaan baru di ajang balap MotoGP 2018. Tentu saja, salah satu yang harus dilakukan adalah membangun sepeda motor yang lebih baik agar Valentino Rossi dapat meraih title juara MotoGP 2018 atau musim yang akan datang.

Oleh karena itu, perusahaan dengan logo Garpu Tala tersebut kini akan disibukan dibanding pabrikan lainnya agar Rossi serta Maverick Vinales keluar dari permasalahan seperti di 2017.  

Musim 2017 dianggap terburuk bagi Yamaha. Dari 18 seri balapan yang digelar, hanya empat balapan yang berhasil dimenangi oleh Yamaha. Banyaknya aturan baru di MotoGP seperti penggunaan ban dan elektronik yang bebeda membuat kemenangan Yamaha turun sampai 50 persen.

Dengan kata lain, Yamaha mengklaim pergantian pemakaian dari Bridgestone ke Mihcelin dan perangkat elektronik yang sesuai dengan aturan Dorna menjadikan YZR-M1 motor buruk, karena tak bisa beradaptasi dengan cepat.

"Itu adalah musim terburuk. Tahun 2016, Valentino memiliki feeling yang baik dengan motor namun permasalahan dengan ban belakang membuatnya memburuk," ungkap kepala mekanik Rossi, Silvano Galbusera dikutip Motorsport Magazine, Sabtu (6/1/2018).

"Selama musim balap 2017 kami memodifikasi motor agar ban belakang dapat berfungsi dengan sempurna. Di beberapa trek itu bisa bekerja tapi Rossi kehilangan feeling dengan motor sehingga ia tidak bisa memacu motor lebih cepat saat di tikungan. Di data memang ini tak terlihat, namun itu dijelaskan langsung oleh Rossi," jelasnya lagi.

Galbusera menganggap, di musim awal tahun 2017, motor tersebut 100 persen tidak cocok dengan Rossi. Tapi di waktu yang sama Maverick sangat cepat. Balapan pun tidak buruk bagai Yamaha.

Hanya saja, kala itu karena setting-an mesin tidak pas, dan Yamaha sedikit mengubah sasis dengan geometri yang berbeda. Hal itu tidak dirasakan Rossi seperti mengendarai motor YZR-M1 2016.

Artikel Selanjutnya
Top3 Berita Hari Ini: Harga Mobil 2018 dan Sejarah Toyota
Artikel Selanjutnya
Top3 Berita Hari Ini: Mobil Yon Koeswoyo dan Mobil Mewah 2018