Sukses

PMI Teruskan Program Bantuan untuk Korban Gempa Lombok

Liputan6.com, Jakarta Sejak terjadinya gempa Lombok 2018, Palang Merah Indonesia (PMI) terus memberikan layanan teknis melalui berbagai program termasuk menyediakan akses air bersih, sanitasi dan kebersihan (WASH), bantuan, uang tunai / voucher, akses kesehatan, PRB (Pengurangan Resiko Bencana) dan logistik pada korban terdampak.

Ketika pandemi virus Corona mulai menyebar ke seluruh dunia, PMI pun memutuskan untuk menyesuaikan operasi pemulihan yang sedang berlangsung dan memenuhi tantangan baru yang muncul.

“Relawan kami selalu menjadi yang terdepan setiap kali terjadi bencana. Dua tahun lalu, pasca-gempa Lombok 2018, kami mengerahkan 1.186 relawan untuk membantu masyarakat yang terdampak. Kini, dalam menanggapi pencegahan COVID-19, kami mengerahkan 6.940 relawandari seluruh Indonesia, terutama ke delapan provinsi dengan kasus COVID-19 terbanyak. Merekaberada di garda terdepan, langsung menembus ke zona merah, ”jelas Sekretaris Jenderal PMI, Sudirman Said melalui keterangan pers, Rabu (19/8).

Data pemerintah Lombok melaporkan lebih dari 2.000 kasus COVID dengan 132 kematian di Lombok. Menyusul implementasi realitas baru yang dijuluki “normal baru”, PMI mendorong respons pencegahan yang lebih intens melalui penyemprotan disinfektandi lokasi yang rentan, seperti sekolah, tempat ibadah, kantor, dan pasar.

Penyelarasan program termasuk intervensi kesadaran Kesehatan hingga ke semua wilayah terdampak dengan secara agresif melakukan edukasi publik dan juga kampanye Kesehatan pencegahan COVID-19 di tingkat komunitas.

PMI juga memberikan distribusi kit disinfektan dan pemasangan tempat cuci tangan pakai sabun. Komunitas selalu menjadi intidari kerja PMI dengan secara aktif melibatkan para relawan dan personelnya dalam merancangdan melaksanakan program pemulihan untuk memastikan membangun komunitas yang tangguhyang dapat merespons dan mengurangi risiko di komunitasnya masing-masing.

Selain itu, PMI juga menerjunkan relawan untuk melakukan kampanye dan edukasi terkait tata tertib kesehatan hingga tingkat rumah tangga, khususnya dalam hal pemakaian masker, cuci tangan pakai sabun,dan menjaga jarak fisik.

Total ada 657.651 penerima manfaat dari bantuan kemanusiaan PMI. Pembelajaran yang didapat dari dua tahun terakhir saat melaksanakan operasi pemulihan pasca-gempa juga berguna dalam merespons pandemi saat ini.

2 dari 3 halaman

Apresiasi untuk PMI

Manajer Operasi Gempa Lombok Rad Al Hadid Selat Lombok, Sulawesi dan Selat Sunda IFRC menyampaikan apresiasinya di tengah Hari Kemanusiaan Sedunia.

"Kami menghargai upaya luar biasa yang ditunjukkan dan dilakukan oleh relawan PMI di lapangan yang telah berada di garis depan bekerja sepanjang waktu terlepas dari kompleksitas situasi dan risiko seputarpekerjaan mereka dalam konteks COVID-19 saat ini. Oleh karena itu, menjadi prioritas utama kami untuk memastikan perlindungan keselamatan dan kesehatan relawan kami yang melakukan pekerjaan kemanusiaan dalam penanganan COVID-19,” jelasnya

Hingga saat ini, kegiatan Palang Merah Indonesia telah didukung oleh berbagai mitra, termasuk Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC), kantor IFRC di Indonesia telah bekerja sama dengan PMI sejak awal gempa Lombok 2018.

Ini sebagai bagian dari mandatnya terhadap jaringan global 192 masyarakat nasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah PMI dan IFRC telah memberikan promosi kesehatan kepada 102.879 orang; 8.046 orang telah menerima bantuan kemanusiaan dari PMI; 133 umpan balik hotline.

Setiap orang bisa mendapatkan akses ke informasi seputar COVID-19; dan 11 sesi pembicaraan radioacara untuk memastikan akses masyarakat yang lebih luas ke informasi dan pendidikan seputarCOVID-19.

3 dari 3 halaman

Simak Video Berikut Ini: