Sukses

Perlu Diwaspadai Demam Berdarah Infeksi Sekunder

Liputan6.com, Jakarta: Menurut dokter Santoso Suroso dalam dialog interaktif Liputan 6 SCTV yang dipandu reporter Sella Wangkar, Selasa (2/3), masyarakat perlu mewaspadai demam berdarah akibat infeksi sekunder. Demam berdarah ini menyerang orang yang sebelumnya pernah terkena penyakit sejenis. DBD yang berat biasanya karena infeksi sekunder ini.

Santoso menuturkan, bila seseorang telah sembuh, virus DBD hilang dengan sendirinya. Namun, antibodi DBD dalam tubuh manusia akan tetap bertahan selama enam tahun. Bila seseorang yang sebelumnya terserang DBD dan terifeksi kembali, penyakitnya akan lebih parah.

Karena obat dan vaksin DBD belum ditemukan, cara pencegahannya harus meningkatkan kesadaran warga untuk hidup bersih. Menurut Santoso, DBD adalah penyakit perkotaan khususnya di tempat-tempat yang padat penduduk dan kumuh. DBD akan tetap ada kendati puncaknya akan terjadi pada waktu penghujan.

Santoso menyarankan, agar warga yang merasa demam tinggi dan tak sembuh-sembuh untuk memeriksakan darahnya. Sedangkan untuk menurunkan demam sebelum ke dokter, Santoso menganjurkan untuk menggunakan parasetamol karena obat ini tidak mempunyai efek samping.(YYT)