Sukses

Saking Minimnya ATM, Warga Pulau Seribu Rela Berbagi Nomor PIN

Kepulauan Seribu masih menjadi destinasi wisatawan lokal dan asing. Omzet ratusan juta rupiah pun datang dari bisnis pariwisata ini. Namun ironis, dengan pemasukan sebesar itu, warga Kepulauan Seribu justru kesulitan untuk melakukan transaksi keuangan.

"Saya juga bingung, kenapa di sini susah ATM (Anjungan Tunai Mandiri). Dah gitu yang ada hanya Bank milik BUMN. Padahal kan nggak semua warga di sini pakai Bank milik BUMN itu," kata salah satu warga Kepulauan Seribu yang juga memiliki bisnis travel agent, Micky (32), saat dihubungi Liputan6.com, Selasa (24/9/2013).

Saat ini, hanya ada 3 unit ATM di Kepulauan Seribu yaitu di Pulau Tidung, Pulau Pramuka, dan Pulau Kelapa. Semuanya Bank milik BUMN. Sementara untuk kantor Bank, hanya ada di Pulau Pramuka. Itu juga Bank milik BUMN.

"Saya sendiri punyanya 2 tabungan dari Bank milik swasta. Kalau PNS di sini, mayoritas miliki tabungan dari bank swasta. Travel Agent juga pakai bank swasta itu ," ujra Micky.

Dia mengungkapkan, untuk mensiasati keperluan mengambil uang di ATM warga menitipkan kartu berikut nomor PIN (Personal Identification Number) ke warga yang hendak ke daratan. Nantinya, uang diambil oleh orang yang dititipkan itu.

"Yah resikonya cukup besar memang, mengandalkan kepercayaan saja. Tapi kebetulan warga Pulau Seribu punya rasa kekeluargaan baik," pungkas Micky. (Tnt/Ism)

Massa Pendukung Saat Hadiri Lokasi Debat Capres

Tutup Video