Sukses

Menhut Prediksi Titik Api di Riau Padam dalam 10 Hari

Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan memprediksi, upaya untuk mengatasi masalah kabut asap di Riau, selesai dalam waktu 10 hari. Salah satu cara yang dipakai untuk memadamkan titik-titik api itu, yakni dengan menggunakan hujan buatan atau bom air.

"Yang sulit itu di bagian tengah-tengah, kita pakai hujan buatan, kalau awan cukup, kalau tidak kita akan pakai bom air. Tapi kemarin alhamdulilah, hotspot berkurang tinggal 50. Mudah-mudahan dalam 10 hari (titik api padam semua), dengan catatan cuaca bersahabat," kata Zulkifli usai acara Tropical Forest Alliance 2020, di Hotel Shangrila, Jakarta, Kamis (27/6/2013).

Zulkifli pun menggarisbawahi, pemerintah dan aparat berwenang akan menindak keras tidak hanya pelaku perorangan. Perusahaan yang terlibat dengan kebakaran lahan di Riau sehingga menyebabkan bencana nasional dan merugikan negara tetangga juga akan diusut.

"Tidak ada toleransi, karena UU kita mengatakan yang melakukan pembakaran hutan atau lahan, itu hukumannya 5 tahun penjara," tegasnya.

Selain itu, tambah Zulkifli, kalau ada perusahaan, tidak pedli perusahaan lokal atau perusahaan luar negeri, apabila terbukti melanggar, maka akan ditindak secara tegas. "Tentu kalau pidana ya pasti (dicabut izinnya)," ujar politisi PAN itu.

Menurut Zulkifli, dari pusat titik api di Riau, yang paling susah untuk dipadamkan dan paling parah kondisinya ada di daerah Dumai. "Ada 6 kabupaten, yang paling berat itu Dumai. Kebakaran itu di samping rumah warganya langsung. Kita utamakan para warga agar pakai masker," tuturnya.

Dalam kunjungannya ke Riau, Zulkifli melihat ada beberapa wartawan dari media Singapura dan Malaysia. Ia pun menyapa dan mengatakan pada mereka tentang kondisi Indonesia terkait insiden kabut asap.

"Saya bilang, yang paling menderita itu kita, samping rumahnya kebakar, kebun nanasnya kebakar, jadi tidak mungkin kami dengan sengaja membakar," imbuh Zulkifli. (Ary/Mut)
Loading