Sukses

Een Sukaesih: Sejak Sakit, Sejujurnya Saya Ingin Sembuh

Hampir 28 tahun Een Sukaesih harus melawan radang sendi atau Rematoid Artritis di tubuhnya. Namun Een tetap tegar dan bersemangat mengajari anak-anak didiknya meski dalam kondisi lumpuh. Semangat membangun dunia pendidikan dengan keyakinan sepiritualnya menjadi modal dasar dia bertahan dari penyakitnya, meski kondisi tubuh Een terus menyusut.

Hati kecil Een pun berkata, ada keinginan untuk sembuh dari penyakitnya yang selama ini memaksa dirinya untuk terus berbaring di tempat tidur. Ada amanah dan rasa tanggung jawab yang sepertinya belum tuntas dia tunaikan di dunia pendidikan.

"Harapan saya sendiri sebenarnya sejak saya sakit, ingin sembuh. Tapi ketika takbir berkata lain, saya terima ya Allah," bisik perempuan berumur 50 tahun itu saat ditemui Liputan6.com di kediamannya, Sumedang, Jawa Barat, Selasa 4 Juni 2013.

Kariernya sebagai calon pegawai negeri sipil harus kandas, lantaran penyakit yang diderita Een hingga kini tiba-tiba melumpuhkan tubuhnya. Harapan untuk membahagiakan keluarga, sepertinya pun harus punah. Kini di atas tempat pembaringannya, dia hanya bisa berdoa untuk keluarganya, agar Tuhan membalas dengan kebaikan dan memberikan kesabaran untuk merawatnya hingga akhir hayatnya.

"Buat keluarga, semoga dapat memaafkan saya. Saya banyak merepotkan dan semoga keluarga tetap bersabar menghadapi kenyataan hidup ini," ucapnya dengan kedua mata berkaca-kaca.

Kepada anak-anak didiknya, lulusan D3 Konseling Universitas Pendidikan Indonesia ini pun hanya bisa berpesan agar terus bersemangat untuk belajar. Semangat meraih cita-cita jangan pernah pudar.

"Harapan kepada anak-anak saya agar tetap semangat belajar dan terus belajar, life for education. Gantungkan cita-cita setinggi langit dan raihlah dengan bekal doa dan tawakal," tutur dia.

"Bertakwa kepada Allah dan berbakti kepada orangtua, hormati guru, peduli kepada sesama. Sehingga menjadi tumbuh generasi bangsa yang akan melanjutkan kepemimpinan dan berkah bagi semua," pungkas Een. (Frd/Mut)