Sukses

Akui Tujuan IUPK Ormas Keagamaan Positif, Senator Usul Tambang Rakyat Juga Dapat Izin

Izin mengelola tambang harusnya juga diberikan kepada masyarakat di daerah.

Liputan6.com, Jakarta - Keputusan pemerintah mengeluarkan wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) bagi organisasi kemasyarakatan (ormas) berbasis keagamaan dinilai punya tujuan yang positif. Namun, seharusnya izin dalam mengelola tambang juga diberikan kepada masyarakat di daerah.

"Selaku anggota DPD RI, kami menilai bahwa kebijakan atau langkah itu (IUPK ormas keagamaan) pada hakikatnya adalah sesuatu yang sangat baik. Tetapi konteksnya tentu berbeda dengan visi utama ormas keagamaan," kata anggota DPD asal Papua, Filep Wamafma.

Selain IUPK ormas keagamaan, Filep juga berharap pemerintah mengeluarkan izin usaha tambang rakyat. Menurut dia, selama ini usaha tambang rakyat banyak bermasalah karena beroperasi secara ilegal.

"Agar memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat daerah, justru pemerintah harus memfasilitasi izin tambang rakyat di daerah yang dikelola secara tradisional," ujar Filep.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 2 halaman

Demi Kemaslahatan Umat

Sebelumnya, anggota DPD asal Jawa Timur, Ahmad Nawardi menyebut izin tambang untuk ormas merupakan hal positif untuk masyarakat. Terutama untuk kemaslahatan umat.

"Memiliki konsesi tambang untuk kemaslahatan umat. Selain itu bisa membantu operasional roda organisasi biar nggak ada lagi proposal ke penguasa dan pengusaha," ujar Nawardi.

Organisasi Nahdlatul Wathan (NW) juga menyambut baik keputusan pemerintah memberikan IUPK ormas keagamaan. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) TGKH Zainuddin Atsani menilai IUPK untuk ormas sebagai bentuk perhatian kepada ormas yang memiliki andil besar dalam membangun bangsa.

“Upaya pemerintah ini memberikan kesempatan kepada masyarakat ikut terlibat dalam pembangunan,” kata Zainuddin.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini