Sukses

VIDEO: Aksi Panggung Teater Penyandang Tuna Rungu-Wicara

Sebuah festival teater yang diperankan para penyandang tuna rungu-wicara digelar di Teater Arena, Taman Budaya Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (6/4/2013). Teater ini menyuguhkan terbangunnya komunikasi antarpenyandang tuna rungu-wicara. Teater dengan tema 'Sudo Ora Sudo' atau 'kurang namun tidak kurang' ini menggambarkan eksistensi panyandang tuna rungu-wicara.

Dalam teater ini diceritakan istri seorang lurah yang ternyata melahirkan bayi tuna rungu-wicara. Malu sebagai pejabat memiliki anak berkebutuhan khusus, membuat sang ayah terpaksa mengurung sang anak di rumah selama 10 tahun tanpa pendidikan dan tak boleh bergaul dengan masyarakat. Merasa diasingkan, sang anak pergi meninggalkan rumah.

Laras, demikian nama sang anak, akhirnya bertemu dengan komunitas yang memiliki kebutuhan khusus yang sama. Di sinilah Laras menemukan lingkungan yang dapat menerima dirinya seutuhnya.

Menyaksikan teater ini, penonton mengaku terpukau  dengan akting yang diperlihatkan para pemainnya. "Luar biasa, saya terharu sekali," ujar Niken, salah seorang penonton.

Hal senada diungkapkan penonton lainnya, Sri Maryati, yang tak menyangka dengan kemampuan yang dimiliki para pemainnya. "Bagus banget, bahkan jika dibandingkan dengan mereka yang normal," ujarnya.

Festival yang diselenggarakan selama tiga hari ini sengaja digelar sebagai upaya untuk menyadarkan masyarakat agar peduli dan memberi kesempatan kepada para penyandang tuna rungu-wicara untuk mendapatkan hak yang sama layaknya anak normal pada umumnya.(Ado)


    Loading