Sukses

Erick Thohir Dinilai Pemimpin yang Efektif dan Solutif

Liputan6.com, Jakarta Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah kepemimpinan Erick Thohir sudah dilakukan peleburan dan perampingan, untuk mencapai perusahaan yang akuntabel, profesional, dan transparan.

Terkait hal ini, Anggota Lingkar Studi Hukum dan Informasi Anton Sulton mengatakan, bahwa apa yang dilakukan Erick adalah cerdas dan visioner, mengingat kondisi ekonomi seperti saat ini.

"Langkah-langkah strategis yang dimaksud adalah reformasi birokrasi di kemetrian BUMN sekaligus upaya perampingan BUMN sehingga terciptanya kinerja birokrasi yang efektif dengan meningkatkan efisiensi dan resiliensi BUMN, serta memperkuat kerangka tata kelola perusahaan," kata dia dalam keterangannya, Kamis (8/12/2022).

Menurut dia, sebagai seorang menteri, Erick berhasil mengurangi perspektif dominan ekplorasi sumber daya alam menuju eksplorasi sumber daya manusia dan keberpihakannya kepada pengembangan UMKM.

"Terbukti, kerja sama Menteri BUMN dengan Menteri Koperasi dan UMKM tentang optimalisasi belanjar BUMN untuk produk UMKM yang sudah terealisasi," jelas Anton.

Selain itu, soal reformasi birokrasi yang dilakukan Erik, jelas selaras dengan Peta Jalan BUMN 2020–2024 yang menyeluruh dan ambisius, yang memperkenalkan serangkaian reformasi untuk mentransformasikan BUMN dan memastikan kontribusinya terhadap cita-cita Indonesia menjadi negara berpenghasilan tinggi pada 2045.

"Begitulah solusi atau cara Erick Thohir dalam menjalankan tugasnya sebagai Menteri BUMN, cerdas dalam menangkap semua hal penting yang dibutuhkan negara dengan membaca kecenderungan dan dinamika hari ini, serta arah masa depan dengan menciptakan langkah-langkah strategis," pungkasnya.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Survei Puas dengan Kinerja Erick

Sebelumnya, lembaga survei Poltracking merilis hasil survei terkait tingkat kepuasan publik terhadap kinerja menteri dan pejabat setingkat menteri Kabinet Indonesia Maju bentukan Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin.

Hasilnya, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Menteri BUMN Erick Thohir berada di peringkat atas.

"Kepuasan publik terhadap kinerja menteri atau pejabat setingkat menteri, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (61,4 persen), Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir (59,4 persen)," kata Direktur Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda dalam konferensi pers, Kamis (8/12/2022).

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno berada di bawah Erick Thohir dengan angka 57,7 persen. Kemudian, disusul Panglima TNI Andika Perkasa di peringkat keempat dengan angka 56,9 persen.

Selanjutnya, ada Menteri Sosial Tri Rismaharini dengan angka 54,7 persen. Lalu, Menteri Keuangan Sri Mulyani di peringkat keenam dengan persentase 53,4 persen.

Di sisi lain, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala Badan Riset dan Inovasi Laksana Tri Handoko, Menteri Desa PDT dan Transmigrasi Halim Iskandar, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi Azwar Anas, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, berada di peringkat enam terendah.

Sebagai informasi, survei nasional ini diselenggarakan pada 21-27 November 2022 dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling. Jumlah sampel dalam survei ini adalah 1.220 responden dengan margin of error +/- 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Klaster survei ini menjangkau 34 provinsi seluruh Indonesia secara proporsional berdasarkan data jumlah populasi pemilih terakhir, sedangkan stratifikasi survei ini adalah proporsi jenis kelamin pemilih.

Metode sampling ini meningkatkan representasi seluruh populasi pemilih secara lebih akurat. Pengumpulan data dilakukan oleh pewawancara terlatih melalui wawancara tatap muka dengan kuesioner terhadap responden yang telah terpilih secara acak.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS