Sukses

PKS Kritik Jokowi: Jangan Cederai Pesta Demokrasi dengan Info Menakutkan

 

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengingatkan, Pemilu 2024 di gelar di tengah kondisi ekonomi global yang suram. Pernyataan tersebut dikecam oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Anggota Komisi II DPR Fraksi PKS Mardani Ali Sera meminta Jokowi tidak menggunakan narasi menakut-nakuti. Pemilu adalah pesta demokrasi. Seharusnya disambut rakyat dengan bahagia. Bukan dicederai dengan narasi ketakutan.

"Pemilu adalah pesta. Mestinya rakyat bahagia. Jangan cederai pesta demokrasi dengan info-info yang menakutkan," ujar Mardani kepada wartawan, Jumat (2/12/2022).

Jokowi diminta seharusnya memberikan inspirasi kepada masyarakat. Bukan membuat takut masyarakat.

"Pemimpin itu memberi inspirasi. Memberi semangat. Bukan menakut-nakuti. Apalagi membuat rakyat menderita," kata Mardani.

Ketua DPP PKS ini menegaskan, sudah menjadi tugas Presiden Jokowi untuk memastikan keuangan dan ekonomi negara aman. Jangan membebani masyarakat lagi yang sudah susah.

"Tugas pemerintah menjaga ekonomi negara. Masyarakat sudah susah dengan BBM dan harga barang naik," kata Mardani.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan, Pemilu 2024 akan berjalan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan. Meski begitu, bukan tidak ada hambatan saat menjalani setiap tahapannya. Apalagi, situasi ekonomi global yang tengah sulit.

"Pemilu 2024 diselenggarakan dalam kondisi ekonomi global yang penuh kesuraman, kesulitan, ketidakpastian," kata Jokowi saat pidato pembukaan dalam acara konsolidasi Nasional dalam rangka Kesiapan Pemilu Serentak 2024 di Convention Hall Beach City Entertainment Center (BCEC) – Ancol, Jumat (2/12/2022).

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

KPU Diminta

Dalam kondisi tersebut, lanjut Jokowi, KPU harus tetap bekerja menyukseskan Pemilu 2024. Caranya, dengan tetap melakukan efisiensi terhadap pemanfaatan anggaran dan mengatur skala prioritas.

"Juga tetap harus hati-hati dan waspada jangan sampai membuat kebijakan sekecil apapun yang salah, sehingga menjadi sulit," tegas presiden.

Reporter: Ahda Bayhaqi/Merdeka.com

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS