Sukses

Survei LPI: Menhub Budi Karya Salah Satu Menteri Terbaik Jokowi

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjadi menteri Presiden Joko Widodo (Jokowi) paling berpengaruh dari hasil survei terbaru yang diadakan oleh Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) yang bekerjasama dengan Indonesian Public Institute (IPI) dan Indonesian Club (IC). Namun Budi tidak sendiri, namanya masuk bersama 9 orang lainnya dalam kategori pimpinan lembaga dan menteri paling berpengaruh dalam jalannya pemerintahan Jokowi.

Peneliti LPI, Febri Wahyuni Sabran, menjelaskan, masuknya nama Budi Karya karena peran dan kiprahnya yang dapat diandalkan untuk menopang kebijakan Presiden Jokowi di sektor infrastruktur transportasi.

“Responden menilai skala pembangunan berbasis pada pemenuhan Proyek Prioritas Nasional dan Prioritas Strategis Nasional perlahan namun pasti telah direalisasikan secara bertahap,” kata Febri saat jumpa pers survei bertajuk 'Tokoh Paling Berpengaruh Selama Semester 1 Tahun 2022 Pemerintahan Joko Widodo' di Jakarta Pusat, seperti dikutip dari siaran pers, Sabtu (17/9/2022).

Dia menambahkan, secara umum, kebijakan infrastruktur transportasi pada 2022 diarahkan untuk mewujudkan konektivitas nasional dan efisiensi logistik, meningkatkan kinerja pelayanan pada semua moda transportasi umum dengan indikator keberhasilan tercapainya Indeks Kepuasan Masyarakat dan tingkat On Time Performace (OTP) dan meningkatkan keselamatan transportasi, sebagai upaya menuju zero accident.

Senada dengan Febri, Direktur IPI Karyono Wibowo menilai, pandangan responden menjadi hal yang masuk akal. Sebab, terjadi perombakan pelabuhan, penguatan infrastruktur bandara, tol laut, dan sebagainya merupakan contoh kerja nyata yang dilakukan Budi sebagai Menteri Perhubungan.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 3 halaman

Mengenai Survei

Sebagai penegasan, survei ini tidak berkaitan apapun dengan agenda pragmatis pemilu. Menurut Boni Hargens selaku pendiri LPI, dari awal berdiri tahun 2008, LPI tidak bermain pada isu pragmatis, tetapi lebih mengarah pada agenda kenegaraan merawat keindonesiaan.

Survei sendiri dilakukan sejak 30 Agustus sampai 12 September 2022 terhadap kelompok masyarakat kelas menengah intelektual, terdiri dari para dosen/pakar, peneliti, anggota LSM/NGO dan aktivis/seniman di 34 provinsi.

Survei ini bermaksud mengukur pandangan kelas menengah intelektual terhadap kinerja 45 pimpinan lembaga negara dan para menteri dalam Kabinet Indonesia Maju selama semester I Tahun 2022.

Lima hal yang diukur dalam survei ini adalah popularitas, pengaruh, kontroversial, keunikan, relevansi dan kontribusi pemikiran.

Metode sampling digunakan pada riset ini adalah purpose sampling di mana subyek yang dituju sebagai sampel memiliki kriteria khusus seperti profesi dan bidang keilmuan dengan jumlah sampel sebayak 800 responden dengan margin of error sebesar 3,5% dan tingkat kepercayaan 95%.

3 dari 3 halaman

Hasil Survei

10 Menteri/Kepala Lembaga negara paling berpengaruh dengan skala nilai 0-4:

1. Kepala BIN Jenderal Polisi (Purn) Budi Gunawan dengan skor 2,39

2. Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa dengan skor 2,38

3. Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo dengan skor 2,38

4. Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD dengan skor 2,38

5. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dengan skor 2,38

6. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno dengan skor 2,35

7. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dengan skor 2,35

8. Menteri Keuangan Sri Mulyani dengan skor 2,34

9. Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian dengan skor 2,33

10. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dengan skor 2,32

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.