Sukses

Polisi Sebut Hasil Autopsi Ulang Jenazah Brigadir J Segera Diumumkan

Liputan6.com, Jakarta - Hasil autopsi ulang atau ekshumasi terhadap jasad Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat akan segera dibuka ke publik.

Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo, menyampaikan dirinya telah berkoordinasi dengan Ketua Umum Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI), Ade Firmansyah, untuk mendapatkan jawaban tentang hasil autopsi ulang jenazah Brigadir J.

"Mohon bersabar dan sebagai informasi dalam waktu dekat dari dokter Ade Perhimpunan Kedokteran Forensik Indonesia juga akan menyampaikan hasil dari autopsi yang kedua setelah dilakukan Eksumasi beberapa waktu lalu di Jambi," ujar dia di Bareskrim Polri, Kamis (11/8/2022).

Sebelumnya, Ketua Tim Dokter Forensik Autopsi Ulang Brigadir J atau Yoshua, Ade Firmansyah Sugiharto, menyampaikan hasil dari ekshumasi almarhum bisa memakan waktu hingga delapan minggu lamanya. Hal itu merujuk pada sejumlah tahapan yang ada.

"Lama pemeriksaan tentunya antara dua hingga empat minggu untuk memproses sampel jaringan itu hingga menjadi di slide, dan untuk kita bisa interpretasikan. Jadi dua hingga empat minggu itu proses sampel jaringannya, setelah itu tentunya kami akan periksa lagi dan kami interpretasikan," tutur Ade soal autopsi ulang pria yang juga disebut Brigadir Joshua itu di RSUD Sungai Bahar, Jambi, Rabu (27/7/2022).

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

4-8 Minggu

Menurut Ade, setelah proses empat minggu pertama selesai maka akan dilanjutkan dengan penelitian seksama hasil dari autopsi ulang tersebut. Nantinya, tim akan melaporkan hasilnya ke Polri untuk disampaikan ke publik.

"Rentangnya, saya enggak ingin terlalu menggebu-gebu, mungkin antara empat sampai selapan minggulah ya, sampai keluar hasil yang bisa kita berikan kepada pihak penyidik peminta dari ini," jelas dia.

3 dari 3 halaman

Profesional dan Independen

Ade memastikan tim dokter forensik autopsi ulang bekerja secara profesional dan independen. Termasuk mendengarkan masukan dari pihak keluarga Brigadir Yoshua terkait dugaan luka lainnya selain tembakan.

"Nah itu lah yang memang harus kita konfirmasi dan itu menjadi fokus pemeriksaan kami, dan kami melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, autopsi seperti biasa, tentunya kami ada fokus-fokus terkait masukan keluarga dan penasehat hukum itu. Sample ini kenapa harus saya bawa ke lab di RSCM, karena tempat yang di mana saya, kami, memiliki keyakinan di situ merupakan tempat yang bisa dijaga integritasnya dan memberikan hasil yang terbaik," Ade menandaskan.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS