Sukses

Cuaca Besok Senin 4 Juli 2022, Jabodetabek Pagi Berawan dan Potensi Hujan Petir

Liputan6.com, Jakarta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan cuaca berawan membayangi wilayah DKI Jakarta, Senin pagi, 4 Juli 2022.

Siang harinya setiap sudut Ibu Kota diprediksi BMKG bakal diguyur hujan hingga diselingi petir dan angin kencang.

"Waspada potensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di sebagian wilayah Jakbar, Jakpus, Jaktim dan Jaksel pada siang dan malam hari," jelas BMKG. 

Kondisi cuaca yang sama juga berlaku untuk daerah penyangga Jakarta. Depok, Tangerang, Bekasi serta Bogor diselimuti awan pada Senin pagi.

Sedangkan hujan dibarengi petir diperkirakan BMKG terjadi siang hingga malam hari. 

"Waspada potensi hujan disertai kilat/petir dan angin kencang pada siang hingga malam hari di Kab dan Kota Bogor, Kab dan Kota Bekasi, Kota Depok," imbau BMKG diperingatan dini cuaca Senin, 4 Juli.

Berikut informasi prakiraan cuaca untuk wilayah Jabodetabek selengkapnya yang dikutip Liputan6.com dari laman resmi BMKG www.bmkg.go.id:

 Kota  Pagi  Siang  Malam
 Jakarta Barat  Berawan  Hujan Sedang  Hujan Ringan
 Jakarta Pusat  Berawan  Hujan Ringan  Hujan Ringan
 Jakarta Selatan  Berawan  Hujan Petir  Hujan Sedang
 Jakarta Timur  Berawan  Hujan Petir  Hujan Ringan
 Jakarta Utara  Berawan  Hujan Ringan  Hujan Ringan
 Kepulauan Seribu  Berawan  Berawan  Hujan Ringan
 Bekasi  Berawan  Hujan Petir  Hujan Petir
Depok Berawan Hujan Petir Hujan Ringan
Bogor  Berawan  Hujan Ringan  Hujan Petir
Tangerang  Berawan  Hujan Ringan  Berawan
2 dari 3 halaman

BMKG Ungkap Perkembangan Terakhir Kondisi Kualitas Udara di Jakarta

Sementara itu, penurunan kualitas udara di wilayah Jakarta dan sekitarnya memasuki pekan yang baru. Tercatat sejak tanggal 15 Juni 2022, konsentrasi PM2.5 mengalami peningkatan dan mencapai puncaknya pada level 148 µg/m3 (mikrogram per meter kubik).

Menurut Kepala Pusat Layanan Informasi Iklim Terapan BMKG, Dr Ardhasena Sopaheluwakan, menurunnya kualitas udara di wilayah Jakarta dan sekitarnya disebabkan oleh kombinasi antara sumber emisi dari kontributor polusi udara dan faktor meteorologi yang kondusif untuk menyebabkan terakumulasinya konsentrasi PM2.5.

Berdasarkan Perban Nomor 2 Tahun 2022 tentang Penyediaan dan Penyebaran Informasi Kualitas Udara yang mengatur terkait pewarnaan dan rentang konsentrasi per jam PM2.5, yaitu rentang nilai 0 - 15 µg/m3 dengan kategori Baik, 16 - 65 µg/m3 dengan kategori Sedang, 66 - 150 µg/m3 dengan kategori Tidak Sehat, 151 - 250 µg/m3 dengan kategori Sangat Tidak Sehat dan >250 µg/m3 dengan kategori Berbahaya.

Ini juga Berdasarkan PP RI No 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara, nilai baku mutu udara ambien untuk PM2.5 dalam waktu pengukuran 24 jam sebesar 65 µg/m3 kemudian diperketat dengan PP RI No. 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan

Ditambahkan, Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim Dr. Dodo Gunawan, tingginya konsentrasi PM2.5, dibandingkan hari-hari sebelumnya juga dapat terlihat saat kondisi udara di Jakarta secara kasat mata terlihat cukup pekat/gelap. Pada tanggal 16-17 Juni konsentrasi PM2.5 cenderung turun dibandingkan tanggal 15 Juni saat terjadi konsentrasi yang cukup tinggi. 

3 dari 3 halaman

Faktor Ini Membuat Kualitas Udara Jakarta Menurun

Ditambahkan, Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim Dr. Dodo Gunawan, tingginya konsentrasi PM2.5, dibandingkan hari-hari sebelumnya juga dapat terlihat saat kondisi udara di Jakarta secara kasat mata terlihat cukup pekat/gelap.

Pada tanggal 16-17 Juni konsentrasi PM2.5 cenderung turun dibandingkan tanggal 15 Juni saat terjadi konsentrasi yang cukup tinggi.

"Namun terjadi kenaikan konsentrasi PM2.5 pada tanggal 18 Juni hingga mencapai 147,5 µg/m3. Pada hari ini tanggal 23 Juni 2022 konsentrasi PM2.5 berada di atas 80 µg/m3 pada pukul 8 hingga 9 pagi waktu Indonesia bagian barat (WIB)," jelas Dodo Gunawan.

Seperti disampaikan dalam Siaran Pers BMKG tanggal 17 Juni 2022, beberapa faktor yang mempengaruhi konsentrasi PM2.5 tetap memberikan kontribusi pada penurunan kualitas udara di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Faktor-faktor tersebut antara lain:

1. Konsentrasi PM2.5 di Jakarta dipengaruhi oleh berbagai sumber emisi baik yang berasal dari sumber lokal, seperti transportasi dan residensial, maupun dari sumber regional dari kawasan industri dekat dengan Jakarta. Emisi ini dalam kondisi tertentu yang dipengaruhi oleh parameter meteorologi dapat terakumulasi dan menyebabkan terjadinya peningkatan konsentrasi yang terukur pada alat monitoring pengukuran konsentrasi PM2.5;

2. Proses pergerakan polutan udara seperti PM2.5 dipengaruhi oleh pola angin yang bergerak dari satu lokasi ke lokasi yang lain. Angin yang membawa PM2.5 dari sumber emisi dapat bergerak menuju lokasi lain sehingga menyebabkan terjadinya potensi peningkatan konsentrasi PM2.5. Pola angin lapisan permukaan memperlihatkan pergerakan massa udara dari arah timur dan timur laut yang menuju Jakarta, dan memberikan dampak terhadap akumulasi konsentrasi PM2.5 di wilayah ini.