Sukses

Cuaca Besok Senin 30 Mei 2022, Jabodetabek Hujan pada Pagi dan Siang

Liputan6.com, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan intensitas ringan turun di wilayah DKI Jakarta, Minggu pagi, 30 Mei 2022. Siang harinya, cuaca di wilayah selatan dan utara Jakarta diprakirakan cerah.

Lewat peringatan dini cuaca, BMKG juga mengungkap adanya potensi hujan diselingi petir dan angin di sejumlah titik di Jakarta pada siang hingga sore.

"Waspada potensi hujan disertai kilat/petir dan angin kencang di Jaksel, dan Jaktim pada siang dan sore hari," jelas BMKG. 

Hujan intensitas ringan juga diprediksi turun di ketiga kota penyangga Jakarta, pada Minggu pagi terkecuali Tangerang. 

"Waspada potensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang antara siang hingga menjelang malam hari di Kabupaten dan Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten dan Kota Bekasi," kata BMKG.

Berikut informasi prakiraan cuaca Jabodetabek selengkapnya yang dikutip Liputan6.com dari laman resmi BMKG www.bmkg.go.id:

 Kota  Pagi  Siang  Malam 
 Jakarta Barat  Hujan Ringan  Hujan Ringan  Cerah Berawan
 Jakarta Pusat  Hujan Ringan  Cerah  Cerah Berawan
 Jakarta Selatan  Hujan Ringan  Hujan Ringan  Cerah Berawan
 Jakarta Timur  Hujan Ringan  Hujan Ringan  Cerah Berawan
 Jakarta Utara  Hujan Ringan  Cerah  Cerah Berawan
 Kepulauan Seribu  Hujan Ringan  Cerah  Cerah Berawan
 Bekasi  Hujan Ringan  Berawan  Cerah Berawan
 Depok  Hujan Ringan  Hujan Ringan  Cerah Berawan
 Bogor  Hujan Ringan  Hujan Ringan  Cerah Berawan
 Tangerang  Cerah Berawan  Cerah Berawan Cerah Berawan
2 dari 3 halaman

Sensor Fleksibel dan Ekonomis untuk Pelaporan Cuaca Dikembangkan

Semetara itu, tim peneliti dari Osaka Metropolitan University dan University of Tokyo tengah  mengembangkan lembaran sensor yang dapat disisipkan dan ringan guna mengantisipasi kejadian cuaca buruk.

Lembaran itu menampilkan sensor resistif fleksibel dan analisis komputasi reservoir.

Sebagai perangkat tunggal, ia memungkinkan pengukuran volume rintik hujan dan kecepatan angin secara real-time. Selain itu, ia juga dapat melaporkan informasi cuaca saat ia dipasang misalnya pada payung, mobil, atau rumah.

"Temuan ini membuka pendekatan ekonomis untuk pelaporan cuaca, yang berkontribusi pada kesiapsiagaan bencana dan keselamatan masyarakat yang lebih besar," ujar Kuniharu Take, profesor di Osaka Metropolitan University dan peneliti utama di riset ini dikutip dari Eurekalert pada Selasa (17/5/2022).

Untuk menentukan volume hujan, sensor mengukur hambatan listrik yang dihasilkan ketika tetesan air hujan mengenai permukaannya. Sensor dilapisi oleh lembaran silikon superhidrofobik yang terbuat dari polydimethylsiloxane (PDMS), yang diresapi dengan graphene dan diproses lebih lanjut dengan laser.

Silikon superhidrofobik menolak tetesan air, yang memastikan daya tahan dan stabilitas sensor. Sementara tekstur laser memungkinkan kontrol dan pengukuran konstan terhadap perilaku tetesan air, baik itu statis (diam), meluncur, memantul, atau membelah pada permukaan sensor. 

3 dari 3 halaman

Smartphone Bisa Bantu Tingkatkan Prakiraan Cuaca

Sejumlah besar data GPS dari smartphone dan perangkat navigasi satelit dapat membantu meningkatkan pemahaman umum tentang fenomena cuaca dan membuat model prakiraan ini lebih presisi. Untuk tujuan ini, proyek CAMALIOT diluncurkan.

CAMALIOT

Mengutip Eurekalert, CAMALIOT adalah aplikasi smartphone berbasis Machine Learning yang bertujuan membangun infrastruktur untuk pengumpulan observasi dalam skala besar dari berbagai jenis dan kualitas penerima berkemampuan GPS.

Infrastruktur ini sedang dikembangkan oleh kelompok peneliti dari Benedikt Soja, profesor Geodesi Luar Angkasa di Departemen Teknik Sipil, Lingkungan, dan Geomatika di ETH Zurich, Swiss.

Aplikasi CAMALIOT memungkinkan pengguna mengakses dan mengumpulkan data satelit GPS mentah dari masing-masing smartphone, memanfaatkan frekuensi ganda dan chipset mult-konstelasi yang sekarang tersedia di smartphone Android modern.

Aplikasi ini dirancang oleh IIASA, di mana Linda See, seorang peneliti di Novel Data Ecosystems for Sustainability Research Group, melakukan supervisi atas proyek tersebut.