Sukses

Cuaca Besok Sabtu 21 Mei 2022, Hujan Lebat Berpotensi Guyur Jakarta

Liputan6.com, Jakarta Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan lebat diselingi angin kencang terjadi di sejumlah wilayah DKI Jakarta Hal ini diungkap lewat peringatan dini cuaca, Sabtu, 21 Mei 2022.

"Waspada potensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang dengan durasi singkat di Jakbar, Jaktim, dan Jaksel pada siang dan sore hari," kata BMKG.

Pagi, langit Ibu Kota diselimuti cuaca berawan. Sementara, Depok, Bogor, Tangerang serta wilayah Bekasi diguyur hujan intensitas ringan. 

Sama halnya dengan Jakarta, siang harinya hujan turun merata di keempat kota penyangga Ibu Kota tersebut. Dan di sejumlah titik diprediksi hujan angin dibarengi petir. 

"Waspada potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada siang hingga malam hari di Kab dan Kota Bogor, Kota Depok," jelas BMKG.

Berikut informasi prakiraan cuaca Jabodetabek selengkapnya yang dikutip Liputan6.com dari laman resmi BMKG www.bmkg.go.id:

 Kota  Pagi  Siang  Malam
 Jakarta Barat  Berawan  Hujan Ringan  Hujan Ringan
 Jakarta Pusat  Berawan  Hujan Petir  Hujan Ringan
 Jakarta Selatan  Berawan  Hujan Sedang  Hujan Ringan
 Jakarta Timur  Berawan  Hujan Sedang  Hujan Ringan
 Jakarta Utara  Berawan  Hujan Petir  Hujan Ringan
 Kepulauan Seribu  Berawan  Hujan Ringan   Berawan Tebal 
 Bekasi  Hujan Ringan  Hujan Sedang  Hujan Ringan
 Depok  Hujan Ringan  Hujan Sedang  Hujan Ringan
 Bogor  Hujan Ringan  Hujan Sedang  Hujan Ringan
Tangerang Berawan Hujan Ringan Hujan Ringan
2 dari 3 halaman

Sensor Fleksibel dan Ekonomis Dikembangkan untuk Laporan Cuaca

Pada dasarnya, sistem prakiraan cuaca selalu berusaha mengantisipasi kejadian cuaca buruk. Namun, ia sangat bergantung pada peralatan besar, stasioner, dan mahal seperti radar cuaca.

Hal-hal itu seperti itu secara tidak langsung menghambat pembaruan laporan cuaca secara tepat waktu pada kondisi cuaca lokal untuk penggunaan pribadi.

Mengatasi kesenjangan dalam hal ini, tim peneliti dari Osaka Metropolitan University dan University of Tokyo mengembangkan lembaran sensor yang dapat disisipkan dan ringan. Lembaran itu menampilkan sensor resistif fleksibel dan analisis komputasi reservoir.

Sebagai perangkat tunggal, ia memungkinkan pengukuran volume rintik hujan dan kecepatan angin secara real-time. Selain itu, ia juga dapat melaporkan informasi cuaca saat ia dipasang misalnya pada payung, mobil, atau rumah.

"Temuan ini membuka pendekatan ekonomis untuk pelaporan cuaca, yang berkontribusi pada kesiapsiagaan bencana dan keselamatan masyarakat yang lebih besar," ujar Kuniharu Take, profesor di Osaka Metropolitan University dan peneliti utama di riset ini dikutip dari Eurekalert pada Selasa (17/5/2022).

Untuk menentukan volume hujan, sensor mengukur hambatan listrik yang dihasilkan ketika tetesan air hujan mengenai permukaannya. Sensor dilapisi oleh lembaran silikon superhidrofobik yang terbuat dari polydimethylsiloxane (PDMS), yang diresapi dengan graphene dan diproses lebih lanjut dengan laser.

3 dari 3 halaman

Smartphone Bisa Tingkatkan Prakiraan Cuaca

Di sisi lain, sejumlah besar data GPS dari smartphone dan perangkat navigasi satelit dikatakan dapat membantu meningkatkan pemahaman umum tentang fenomena cuaca dan membuat model prakiraan ini lebih presisi. Untuk tujuan ini, proyek CAMALIOT diluncurkan.

CAMALIOT

Mengutip Eurekalert, CAMALIOT adalah aplikasi smartphone berbasis Machine Learning yang bertujuan membangun infrastruktur untuk pengumpulan observasi dalam skala besar dari berbagai jenis dan kualitas penerima berkemampuan GPS.

Infrastruktur ini sedang dikembangkan oleh kelompok peneliti dari Benedikt Soja, profesor Geodesi Luar Angkasa di Departemen Teknik Sipil, Lingkungan, dan Geomatika di ETH Zurich, Swiss.

Aplikasi CAMALIOT memungkinkan pengguna mengakses dan mengumpulkan data satelit GPS mentah dari masing-masing smartphone, memanfaatkan frekuensi ganda dan chipset mult-konstelasi yang sekarang tersedia di smartphone Android modern.

Aplikasi ini dirancang oleh IIASA, di mana Linda See, seorang peneliti di Novel Data Ecosystems for Sustainability Research Group, melakukan supervisi atas proyek tersebut.