Sukses

Update Covid-19 per 14 Mei 2022: Positif 6.050.519, Sembuh 5.889.241, Meninggal 156.453

Liputan6.com, Jakarta Jumlah pasien yang terkonfirmasi Covid-19 hari ini, Sabtu (14/5/2022) kembali bertambah. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 melaporkan terjadi peningkatan 308 pasien pada hari ini.

Total kasus positif virus Corona terhitung sejak Maret 2020, kini menjadi 6.050.519 orang. 

Seiring kenaikan jumlah pasien positif, mereka yang telah sembuh dan dinyatakan negatif Covid-19 juga ikut mengalami penambahan. 

Naik sebanyak 416, sehingga angka kumulatif kasus sembuh dari paparan virus Corona di Indonesia hingga saat ini menyentuh angka 5.889.241 jiwa.   

Satgas Covid-19 juga mengungkap masih ada kasus meninggal dunia akibat Covid-19. Jumlah keseluruhan warga yang berpulang akibat terpapar Covid-19 mencapai 156.453 orang, setelah terjadi penambahan 5 orang.   

Data update pasien Covid-19 ini tercatat sejak Jumat, 13 Mei 2022, pukul 12.00 WIB hingga hari ini, Sabtu (14/5/2022) pada jam yang sama.

 

** #IngatPesanIbu 

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap 3m #vaksinmelindungikitasemua

2 dari 3 halaman

Covid-19 Terus Terkendali, KSP: Skema Pandemi Berakhir Semakin Dekat

Sementara itu, tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Abraham Wirotomo, mengungkapkan, skema pasca pandemi semakin dekat. Terlebih, kata dia, situasi Covid-19 terus terkendali selama delapan minggu terakhir.

"Sejak 24 Maret hingga 12 Mei atau selama delapan minggu, angka Reproduction Rate konsisten di angka 1. Ini artinya selama 8 minggu, pandemi Covid-19 sudah terkendali, dan skema pandemi berakhir semakin dekat," kata Abraham, Jumat (13/5/2022).

Kendati begitu, dia menyampaikan pemerintah masih tetap menerapkan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Pemerintah juga terus memonitor angka kasus hingga beberapa minggu ke depan, untuk memastikan apakah ada lonjakan kasus.

"Ini dilakukan karena kita baru saja merayakan lebaran dengan jumlah pemudik yang luar biasa besar," jelasnya.

"Indikator epidemiologi dan masukan para pakar selalu menjadi bagian dalam pengambilan kebijakan," sambung Abraham.

Dia kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak tergesa-gesa mengendorkan protokol kesehatan. Masyarakat diminta menunggu hasil evaluasi penanganan Covid-19 pasca mudik lebaran.

3 dari 3 halaman

Hadiri KTT Global Covid-19, Jokowi: Ketahanan Kesehatan Dunia terhadap Pandemi Tidak Cukup Kuat

Belum lama ini, Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyebut ketahanan kesehatan dunia dan kesiapsiagaan dunia terhadap pandemi tidak cukup kuat. Dia mengatakan, kondisi ini disadari setelah dunia dihantam pandemi Covid-19.

Hal ini disampaikan Jokowi saat berpidato secara virtual pada Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT Global Covid-19 Summit yang digelar di Washington DC, Amerika Serikat (AS), Kamis, 12 Mei 2022. KTT ini turut dihadiri Presiden AS Joe Biden dan pemimpin negara lainnya.

"Pandemi Covid-19 memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi kita. Ketahanan kesehatan dan kesiapsiagaan dunia terhadap pandemi ternyata tidak cukup kuat," kata Jokowi dilihat dari Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (13/5/2022).

"Akibatnya, harga yang harus dibayar sangatlah mahal. Jutaan orang yang kehilangan nyawanya dan perekonomian dunia pun mengalami keterpurukan," sambungnya.

Oleh karena itu, dia mendorong semua negara untuk bekerja sama mengatasi pandemi serta membangun arsitektur kesehatan dan kesiapsiagaan dunia yang lebih kuat.

Jokowi menilai angka kasus Covid-19 yang melandai harus dimanfaatkan untuk memberikan pukulan terakhir terhadap virus corona.