Sukses

Persiapan DKI Jakarta Menuju Fase Endemi

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia, menyebut masyarakat harus sama-sama bersiap saat pemerintah memutuskan menuju fase endemi Covid-19.

Menurut Dwi, pemerintah dan masyarakat tinggal meneruskan sesuatu yang sudah dijalani selama masa kenormalan baru.

"Ini kan proses, dan dijalaninya bersama-sama, kesiapan warga, pemerintah, kesiapan semua berjalan beriringan, kedewasaan menjalani kehidupan baru kita bangun sama-sama, dan itu juga bukan proses instant, kita sudah dua tahun menjalani proses tadi," ujar Dwi kepada Liputan6.com, Jumat (13/5/2022).

Dia menyebut, masyarakat nantinya harus memiliki kesadaran yang tinggi di masa endemi. Artinya, setiap masyarakat harus bisa menjaga kesehatan pribadinya dan tidak menularkan ke orang lain.

Dia mengingatkan, di masa endemi nanti bukan berarti Covid-19 hilang.

"Masyakarat harus tetap diingatkan meski Covid-19 sangat landai, tetapi masih ada, tetap harus mawas diri, prokes. Dan setiap mengalami keluhan harus memeriksakam diri, kemudian pada saat gejala sakitnya misalnya mirip dengan Covid-19 dan hasil pemeriksaan menunjukan Covid-19, ya harus isolasi diri, jadi kesadaran bahwa kita jangan menularkan ke orang lain dan tetap menjaga kesehatan bersama itu perlu dibangun kesadaran kolektif kita," kata dia.

2 dari 3 halaman

Siapkan Fasilitas

Sementara, dia juga meminta pemerintah menyiapkan segala kebutuhan dan fasilitas kesehatan warga di masa endemi. Dia meminta pemerintah menyiapkan tempat-tempat yang mempermudah masyarakat melakukan aktifitas fisik di luar ruangan.

"Supaya enggak malas gerak, itu juga menjadi bagian upaya kita. Karena semakin lama populasi di Jakarta juga makin banyak. Kita hidup di kota besar seperti Jakarta, tingkat stresnya tinggi, jadi kita harus punya sarana mengelola Stress," kata dia.

3 dari 3 halaman

Tetap Waspada

Selain itu, dia juga meminta agar nantinya pemerintah dan tenaga kesehatan juga harus lebih siap jika kemungkinan ada ancaman virus lain. Dia menyebut, bukan tidak mungkin di masa endemi nanti akan muncul ancaman pandemi baru.

"Dari sisi tenaga kesehatannya, dari sisi fasilitas ksehatannya tentu perlu siap siaga menghadapi ancaman pandemi berikutnya yang mungkin akan kita tidak tahu kapan terjadinya, jadi pembelajaran Covid-19 dua tahun merupakan pelajaran yang sangat bermanfaat untuk bagaimana kita menjaga dan menyiapkan jajaran kita untuk mendeteksi setiap ada kemungkinan ancaman penyakit baru di kemudian hari," kata dia.