Sukses

Demokrat: Menteri yang Ingin Maju Pilpres 2024 Disarankan Mundur dari Kabinet

Liputan6.com, Jakarta - Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani, menilai, para menteri kabinet Indonesia Maju yang ingin fokus bertarung di Pilpres 2024, sebaiknya mundur dari jabatannya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para menteri fokus bekerja di tugasnya masing-masing. Pernyataan Jokowi tersebut terkait tahapan pemilu 2024 yang segera dimulai.

Kamhar menyatakan, dengan memilih mundur, menteri yang hendak maju di Pilpres 2024 bisa terhindar dari penyalahgunaan kekuasaan.

"Jika memilih mundur, itu lebih baik untuk menghindarkan pada penyalahgunaan kekuasaan,” kata Kamhar saat dikonfirmasi, Rabu (11/5/2022).

Demokrat menyatakan, kritik Jokowi kepada para menteri pembantunya juga merupakan kritik terhadap diri Jokowi sendiri.

"Kritik yang disampaikan Pak Jokowi kepada para pembantunya untuk fokus kerja sesuai masing-masing bidangnya sejatinya adalah kritik bagi dirinya sendiri," katanya.

"Selain tak ada tindakan korektif terhadap beberapa pembantunya yang telah membuat kegaduhan politik, Pak Jokowi malah sibuk kejar target regulasi turunan pemindahan IKN padahal diakuinya sendiri bahwa ekonomi belum sepenuhnya pulih, dan pandemi Covid-19 juga belum selesai," jelas Kamhar.

Meski demikian, Kamhar berharap menteri yang sedang mencari panggung untuk maju Pilpres 2024 bisa tetap profesional bekerja di Kementerian masing-masing.

"Terkait Anggota Kabinet yang akan maju pada kontestasi Pilpres 2024 baik yang berasal dari parpol maupun non parpol tentu kita berharap tetap profesional dalam menjalankan tugasnya. Kritisisme publik semakin baik, karenanya publik akan memonitor dan merespon jika terjadi penyalahgunaan kekuasaan," pungkasnya.

 

2 dari 2 halaman

Kursi Jabatan Menteri

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid mengaku sepakat dengan pernyataan Jokowi. Menurutnya, apabila menteri gagal fokus terhadap tugas di kementerian lantaran berniat maju capres 2024, maka sebaiknya menteri tersebut mundur dari kursi jabatan menteri.

"Etikanya sih mundur, itu lebih gentle. Kecuali gak peduli dengan etika," kata Jazilul saat dikonfirmasi, Selasa (10/5/2022).

Jazilul menyebut sudah saatnya para menteri fokus bekerja, sebab target dari presiden semakin berat dan waktu semakin mepet. "Kami dukung perintah Presiden Jokowi, agar para menterinya fokus bekerja sesuai target dan bidang tugasnya, sebab keadaan kedepan makin sulit. Saatnya bekerja keras untuk Presiden," ujarnya.

Wakil Ketua MPR itu meminta presiden tidak memberi keringanan menteri yang terus "kampanye" terselubung dan membuat tugas di kementerian kedodoran.

"Jangan biarkan kalau ada menteri yang genit tebar pesona nyapres, padahal kerjanya kedodoran dan minim prestasi," ucapnya.

"Kami menghargai hak politik para menternya untuk mencalonkan diri jadi presiden atau apapun namun jangan gunakan fasilitas dari jabatan mentrinya untuk kampanye dirinya," pungkas Jazilul.