Sukses

Partai Garuda Minta KPK Fokus Tangani Kasus Formula E, Bukan Soal Anies Baswedan Capres 2024

Liputan6.com, Jakarta - Partai NasDem telah mendeklarasikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadi calon presiden atau capres 2024. Hal itu disampaikan langsung Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.

Namun, usai deklarasi Anies Baswedan oleh NasDem tersebut, justru polemik seputar kasus Formula E di Jakarta juga ikut mencuat.

Wakil Ketua Umum Partai Garuda Teddy Gusnaidi pun meminta agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak terpancing dengan anggapan masyarakat soal pencalonan Anies Baswedan.

"Kenapa Wakil Ketua KPK ikut-ikutan bergunjing dengan memberikan penjelasan bahwa KPK sedang tidak melakukan kriminalisasi terhadap Anies terkait dugaan korupsi Formula E? Padahal proses penyelidikan dugaan korupsi formula E sudah dilakukan jauh-jauh hari sebelum adanya Deklarasi Anies," ujar Teddy melalui keterangan tertulis, Selasa (4/10/2022).

Dia kemudian meminta kepada KPK agar tidak perlu berbalas pantun dengan para politisi dan pengamat. Karena, kata Teddy, KPK bukanlah pengamat atau pun partai politik.

"KPK adalah lembaga pemberantas korupsi bukan lembaga pemberantas isu dan fitnah, jadi tidak perlu memberikan informasi diluar dari penyelidikan," kata Teddy.

Menurut dia, KPK bisa menahan berbagai isu dan tuduhan dengan bukti-bukti yang nyata juga konkret.

"Jadi yang berbicara adalah bukti adanya korupsi di Formula E, bukan persepsi. Dengan bukti-bukti dan temuan-temuan di Formula E, itu sudah menjadi klarifikasi yang ampuh. Tidak perlu penjelasan," papar Teddy.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 4 halaman

Tak Perlu Menjelaskan

Teddy menilai, apabila semakin menjelaskan, maka penjelasan KPK itu akan menjadi amunisi yang bagus dan menjadi bahan menarik untuk terus memainkan isu.

"Karena semakin menjelaskan, maka penjelasan KPK akan menjadi amunisi yang bagus, menjadi bahan yang menarik untuk terus memainkan isu soal kriminalisasi, isu menjegal Anies dan berbagai isu lainnya yang akan diciptakan. KPK akan semakin terseret dalam pusaran isu yang dimainkan oleh para pemain politik," kata dia.

"Seharusnya tutup mata, mulut dan telinga, fokus pada penyelidikan kasus ini, bukan ikutan latah bermain kata-kata. Fokus pada bukti, bukan persepsi apalagi deklarasi," jelas Teddy.

Sebelumnya, Partai Nasdem resmi mendukung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadi calon presiden 2024. Deklarasi itu disampaikan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh di Nasdem Tower, Jakarta, Senin siang 3 Oktober 2022.

"Akhirnya Nasdem memilih seorang sosok Anies Rasyid Baswedan," ujar Paloh yang diikuti riuh tepuk tangan.

Paloh mengungkapkan, ada alasan tersendiri Nasdem mendukung Anies Baswedan untuk maju sebagai Capres 2024. Paloh menegaskan, Nasdem memiliki keyakinan pikiran dalam perspektif secara makro dan mikro atas pilihannya ini.

"Kami mempunyai keyakinan pikiran dalam persepektif secara makro dan mikro sejalan dengan apa yang kami yakini. Kami ingin menitipkan perjalanan ini ke depan insyaAllah jika Anies ini terpilih menjadi presiden. Pimpinlah bangsa ini menjadi bangsa bermartabat, bangsa yang mampu membentuk karakter bangsa ini," ujar dia.

"Mengapa Anies Baswedan? Jawabannya, Why Not The Best," imbuh Paloh.

 

3 dari 4 halaman

Bantah Terkait KPK

Anies yang hadir langsung di acara tersebut, menyambut baik pendeklarasian ini. Anies menerima pinangan Nasdem tersebut untuk diusung sebagai capres pada 2024 nanti.

"Dengan memohon ridha Allah SWT, memohon petunjuk, Bismillahirrahmanirahim, kami siap dan bersiap menjawab tantangan itu," ucap Anies Baswedan.

Anies mengakui banyak kekurangan di dalam dirinya. Meski demikian, Anies mengajak seluruh kader Nasdem membantu dirinya menutupi kekurangannya tersebut.

"Kami semua enggak ada kesempurnaan, kita saling mengisi dan menopang. Dan InsyaAllah jadi penopang keutusan di negeri ini. Bismillah, kami siap, kami terima untuk berjalan bersama,” ucap Anies.

Meski demikian, Anies meminta izin untuk menuntaskan pekerjaannya sebagai kepala daerah. Anies menyebut masa jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta akan habis pada 16 Oktober 2022.

"Tepat tanggal 16 Oktober kami tuntas, izinkan kami menuntaskan yang di Jakarta sampai dengan tuntasnya tanggung jawab yang diamanahkan oleh rakyat Jakarta. Izinkan nanti kami mengembalikan amanah dan mandat dari rakyat Jakarta datang tampak muka, pulang tampak punggung," kata dia.

Anies menyatakan, usai purna menjadi orang nomor satu di ibu kota, saat itu dirinya akan bersiap menyukseskan kontestasi Pilpres 2024 mendatang.

"Sesudah itu, kita bersiap membangun kolaborasi yang solid, bersiap untuk melaksanakan apa yang diamanahkan oleh partai NasDem sebagai bagian dari tanggung jawab kita untuk negeri ini dan Isyaallah niat baik, keinginan luhur yang menjadi cita-cita kita akan bisa tercapai," jelas dia.

Pengumuman Anies sebagai capres oleh Nasdem ini dipercepat dari jadwal sebelumnya. Awalnya Nasdem berencana mengumumkan nama capres pada 10 November 2022.

Keputusan mempercepat pengumuman nama capres ini diduga berkaitan dengan isu panas di KPK terkait penyelidikan kasus dugaan korupsi ajang balap mobil listrik Formula E yang menyeret nama Anies Baswedan.

Namun Paloh menampik hal tersebut.

"Terkait KPK? Mana kita tahu, setahu saya enggak ada kaitannya, artinya sungguh-sungguh melihat tidak ada kaitanya," kata Paloh di Nasdem Tower, Gondangdia, Jakarta Pusat, Senin (3/10/2022).

Menurutnya, agenda capres Nasdem dan penyelidikan yang dilakukan KPK seluruhnya berjalan masing-masing. "Semua berjalan masing-masing," kata Paloh.

Paloh menuturkan, bahwa percepatan agenda deklarasi adalah karena hari baik. "Hari ini hari baik. Nasdem tidak banyak birokrasi ambil keputusan," kata Paloh.

 

4 dari 4 halaman

KPK Tegaskan Penanganan Kasus Jalan Terus

KPK sendiri memastikan pendeklarasian capres oleh Nasdem terhadap Anies tak akan menghentikan penyelidikan dugaan korupsi Formula E.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menyebut, dalam setiap penanganan kasus, KPK tidak pernah masuk ke dalam dunia politik. Pendeklarasian seseorang sebagai calon presiden tak membuat pihaknya menutup pintu penyelidikan.

"Deklarasi capres ini kan baru tahap awal, belum tentu juga nanti dicalonkan ketika mulai pendaftaran. Saya pastikan, proses penyelidikan akan terus berlanjut," kata Alex di Gedung KPK, Senin (3/10/2022).

Alex menyatakan pihaknya tetap berusaha mengusut hingga benar-benar menemukan apakah peristiwa itu masuk kategori pidana, perdata, atau hanya pelanggaran administrasi.

"Sampai ditemukan suatu titik terang apakah itu perkara pidana atau sebatas pelanggaran administrasi, atau mungkin perdata. Nah ini masih kami lanjutkan dan kami tidak terpengaruh dengan deklarasi sebagai capres," kata Alex.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.