Sukses

Cerita HA saat Dijadikan Budak Seks oleh Suaminya

Seorang istri, warga Kecamatan Campalagian, Polewali Mandar, Sulawesi Barat dijadikan budak seks oleh suaminya sendiri. Wanita bernama HA itu pun melaporkan suaminya, Hawu yang menjadikannya budak seks sebagai persyaratan untuk mendapatkan 'derajat keimanan' yang sempurna dalam kelompok zikir dan tafakur Sandita Bapa Caulu.

HA menceritakan, setiap kali dirinya memprotes kelakuan Hawu sebagai pemimpin aliran dan ajarannya yang dinilai tidak sesuai dengan ajaran agama islam, ia malah terus menerus didoktrin sang suami agar tetap taat pada sang pemimpin. Setiap kali HA memprotes aliran yang dinilai sesat ini, sang suami selalu memberi minuman sak kimia dari korek kayu atau menusuk telinganya dengan batang korek kayu. Akibat perlakuan tersebut, wanita malang itu kini mulai tuli lantaran telinganya sudah tak berfungsi normal.

Menurut HA, dirinya menjadi pengikut aliran ini sejak 2008 lalu. Sementara suaminya sudah jadi pengikut sejak dirinya belum menikah. Selama jadi pengikut aliran Sandita Bapa Caulu, dirinya kerap dipaksa jadi budak seks. Ternyata HA bukanlah satu-satunya wanita yang jadi budak seks. Banyak wanita yang juga istri pengikut aliran ini menjadi korban serupa.

HA mengungkap, pertama kali diperlakukan layaknya pasangan suami istri di depan suaminya sendiri terjadi di Jalan Banta, Bantaeng Makassar (markas aliran Sandita Bapa Caulu). Saat itu, ia bersama 4 wanita lain melayani sang pemimpin aliran dalam 1 kamar pada malam yang sama.

Anehnya meski hati nurani HA bertentangan, namun ia tak kuasa menolak. Setiap kali sang pemimpin menyentuh tangannya termasuk wanita rekannya, tidak ada satu pun yang memprotes. Mereka menuruti secara spontan malan menuruti apapun permintaan sang pemimpin yang dipercaya sebagai titisan wali suci itu.

"Saya malam itu bersama 4 wanita yang juga istri pengikut aliran ini masuk kamar, pergelangan tanagn kami diraba Puang Kulla (panggilan sang pemimpin aliran Sandita Bapa Caulu). Setelah itu kami menurut apa saja seperti dihipnotis. Semua permintaan puang diikuti termasuk melayani layaknya pasangan suami istri saat suami kami ada di luar kamar," ujar HA.

Wanita yang hanya fasih berbahasa mandar ini menyebutkan, kelompok aliran tersebut juga memiliki odus penipuan. Setiap kelompok dijanjikan akan mendapatkan emas batangan bernilai miliaran rupiah dan naik haji untuk menyempurnakan ajaran mereka. Hanya saja setiap anggota dimintai sejumlah uang dengan jumlah bervariasi untuk mendapatkan emas batanggan dan naik haji.

Namun, meski HA sudah menjual hampir seluruh harta kekayaannya, seperti lahan kebun dan emas 200 gram miliknya, hingga kini emas batangan dan naik haji yang dijanjikan sang pemimpin aliran nihil.

Jamalauddin, keponakan HA mengungkap, pengikut aliran tersebut ada ratusan orang. Pria yang berhasil menyelamatkan tantenya dari aliran yang diduga sesat dan melecehkan ajaran agama tersebut mengaku, ada ratusan KTP dan foto pengikut aliran yang dikumpulkan Hawu dan HA.

Kapolsek Campalagian Polewali Mandar, AKP akp masdar mansur menyatakan telah menerima laporan pengaduan korban. Namun, polisi mengaku kesulitan mengungkap kasus ini karena Hawu melarikan diri. Pria tersebut kini jadi daftar pencarian orang (DPO)sejak dilaporkan suaminya sebulan lalu. Sementara pemimpin tertinggi aliran Sandita Bapa Caulu diyakini tidak tinggal di Makassar dan Bone, Sulawesi Selatan. (Riz)