Sukses

Peran Pemuda Dinilai Diperlukan untuk Bantu Atasi Masalah Lingkungan

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah Gorontalo disebut tengah berbenah dalam menanggulangi permasalahan lingkungan. Hal tersebut terlihat dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD).

Meski demikian, perlu upaya lebih keras, seperti melakukan evaluasi aktivitas terhadap perusahaan sawit, menimbang moratorium perizinan konversi lahan dan melihat Hutan Tanam Industri (HTI) yang diduga berkontribusi terhadap banjir.

"Perlu juga upaya kerja keras untuk melakukan rehabilitasi dan konservasi wilayah hulu Daerah Aliran Sungai Limboto-Bolango-Bone (LBB), rehabilitasi hutan dan lahan, penegakan hukum bagi pelaku perusak hutan dan lahan serta konsisten dengan kebijakan peruntukan ruang," kata Direktur Jaring Advokasi Pengelolaan Sumber Daya Alam (Japesda) Gorontalo, Nurain Lapolo seperti dikutip dari siaran pers diterima, Mingu (23/1/2022).

Adapun ini disampaikannya dalam diskusi #KamuHarusTagih yang dihelat oleh Generasi Melek Politik (GMP) saat membahas isu lingkungan di Kabupaten Gorontalo.

Selain itu, sinergi antara anak muda dan pemerintah daerah untuk isu lingkungan juga menjadi kunci dalam menanggulangi krisis yang terjadi di Kabupaten Gorontalo.

"Pemerintah dan anak muda harus bisa sama-sama menurunkan ego dan jangan saling tunggu, untuk saling bersinergi mengelola lingkungan hidup dan tau apa yang bisa kita lakukan kedepannya di Gorontalo," jelas Nurain.

 

2 dari 2 halaman

Tanggapan Pemerintah

Menanggapi hal itu, Kadis Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam (Kadis LH SDA) Kabupaten Gorontalo Syaiful Kaiman mengatakan, RPJMD wilayahnya memuat kajian strategis dalam permasalahan lingkungan.

Hal itu dilakukan pihaknya agar tidak menjadi ancaman ekosistem masa depan.

"Setiap perencanaan pembangunan mewajibkan adanya dukungan dari kajian lingkungan strategis" kata Syaiful.

Syaiful melanjutkan, isu lingkungan yang menjadi konsen dalam diskusi yakni pengelolaan sampah dan penanggulangan banjir sudah masuk dalam program kerja strategis pemda.

Terkait pengelolaan sampah, pihaknya mendorong pengelolaan sampah dengan beberapa aspek, seperti mendorong masyarakat untuk mengurangi penggunaan botol kemasan dan menggantinya dengan penggunaan tumblr, mengalihfungsikan sampah dengan metode 3R (Reuse, Reduce, Recycle), dan memaksimalkan bank sampah yang tersedia di setiap wilayah.

"Terkait penanggulangan banjir, Pemda memiliki rencana jangka pendek, yaitu dengan mendorong semangat gotong royong masyarakat setiap Jumat untuk bebersih saluran gorong-gorong; rencana jangka menengah, dengan mendorong pengelolaan dana desa agar bisa dimanfaatkan dengan maksimal dan mendorong agroforestry, dan rencana jangka panjang, yaitu bekerja sama dengan stakeholder terkait untuk bersinergi menanggulangi bencana banjir yang terjadi di Kabupaten Gorontalo," jelas Syaiful.