Sukses

Erick Thohir: Modern Bukan Berarti Melupakan Budaya

Liputan6.com, Jakarta - Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan meskipun Indonesia dalam proses transisi menuju modernisasi namun kebudayaan tetap tidak boleh terlupakan. Menurutnya, nilai-nilai kebudayaan yang ada di masyarakat Indonesia merupakan salah satu hal yang perlu dijaga dan dilestarikan dalam proses memajukan negara.

“Memang Indonesia sedang berada di masa transisi ke era yang lebih modern. Tetapi modern bukan berarti kita melupakan budaya kita,” ujar Erick dalam keterangan tertulisnya, Jumat (21/1/2022).

Proses transisi yang dialami Indonesia mengalami akselerasi dalam beberapa tahun belakangan. Terlebih lagi ketika virus Covid-19 masuk ke nusantara. Kebiasaan masyarakat berubah drastis dan harus mengandalkan dan memanfaatkan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.

Hampir di setiap wilayah Indonesia, mulai menerapkan kebiasaan baru dengan menggunakan teknologi. Indonesia pun dipaksa memasuki era modern dengan pemanfaatan dan penggunaan teknologi secara merata dan luas.

Kendati demikian, di tengah gencarnya modernisasi Erick tertegun ketika menyambangi Kampoeng Lawas Maspati, Surabaya. Di kampung ini, kebudayaan masyarakat tetap terjaga dan dilestarikan sebagai daya Tarik wisata. Pelestarian juga diturunkan kepada anak-anak agar kebudayaan terjaga hingga ke generasi penerus.

Sebagai contoh, Erick menyaksikan Irine, gadis cilik yang menjadi tour guide dan memandu untuk memperkenalkan ragam budaya yang ada di Kampoeng Lawas Maspati, termasuk kisah legenda Hanacaraka yang diceritakan dengan berbahasa Inggris.

“Ide ini cerdas. Melibatkan anak, agar sejak kecil mereka sudah mencintai budaya dan kampungnya,” ungkap mantan Presiden Inter Milan tersebut.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Berdayakan UMKM

Kampoeng Lawas Maspati Surabaya ini memang dikenal dengan kearifan budaya lokal yang menjunjung tinggi nilai kemajemukan. Erick mengatakan kampung wisata tersebut bisa menjadi contoh untuk mengemas nilai budaya dan sejarah, sekaligus memberdayakan UMKM.

“Dalam pembicaraan hari ini, saya sangat senang sekali. Bisa melihat kampung ini yang menjadi percontohan kehidupan yang seutuhnya untuk Indonesia,” tutur Erick yang juga Ketum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES).

Terakhir, Erick mengapresiasi Kampoeng Lawas Maspati Surabaya ini masih mempertahankan adat dan budaya yang kental sebagai daya Tarik wisata. Ia meminta budaya Kampoeng Lawas Maspati tidak boleh hilang mengingat budaya adalah bagian dari sejarah bangsa. “Budaya adalah fondasi dari bangsa kita,” tutup Erick.