Sukses

Satgas Minta Pemerintah Daerah Kompak Cegah Importasi Kasus Lintas Daerah

Liputan6.com, Jakarta - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito meminta pemerintah daerah kompak menyiapkan strategi pencegahan penularan Covid-19. Strategi ini nantinya bisa menekan peluang importasi kasus Covid-19 lintas daerah.  

"Mengingat besarnya peluang importasi kasus lintas daerah dalam satu kawasan aglomerasi akibat mobilitas yang tinggi, maka perlu adanya kekompakan antara pemerintah daerah untuk mengupayakan strategi penularan kasus," katanya dalam konferensi pers, Kamis (20/1/2022).

Wiku juga meminta pemerintah daerah yang mencatat kenaikan kasus Covid-19 cukup tinggi untuk terus mengoptimalisasi koordinasi. Data Kementerian Kesehatan 20 Januari 2022, tiga provinsi mengalami kenaikan kasus Covid-19 tertinggi yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

"Untuk itu, dimohon gubernur, wali kota, bupati, khususnya pada tiga provinsi yang sedang mengalami kenaikan kasus ini untuk terus memantau kondisi kasus," pesannya.

Wiku menyampaikan kasus positif Covid-19 nasional meningkat dalam tiga pekan terakhir. Kenaikannya mencapai lima kali lipat.

"Meningkat lima kali lipat dari 1.123 kasus menjadi 5.454 kasus," jelasnya.

Peningkatan kasus positif Covid-19 berdampak signifikan pada kasus aktif. Kasus aktif merupakan pasien positif Covid-19 yang masih menjalani perawatan maupun isolasi. Wiku menyebut, pada sepekan terakhir, kasus aktif Covid-19 sebanyak 8.605. Jumlahnya naik lebih dari 3.000 dari data pekan lalu masih 5.494 kasus aktif Covid-19.

"Namun, peningkatan kasus positif ini tidak diikuti dengan peningkatan kematian," ujarnya.

 

2 dari 2 halaman

Dua Sumber Penularan

Menurut Wiku, peningkatan kasus positif Covid-19 di Indonesia disebabkan dua sumber penularan. Pertama, transmisi lokal. Kedua, pelaku perjalanan luar negeri.

"Saat ini, kasus positif nasional lebih banyak didapati dari transmisi lokal dibanding pelaku perjalanan luar negeri," sambungnya.

Data 15 Januari 2022, 63 persen kasus positif Covid-19 merupakan transmisi lokal. Sementara pelaku perjalanan luar negeri terus bertambah, namun tidak lagi mendominasi sebagai sumber penularan Covid-19.

Wiku mengatakan, untuk mencegah transmisi lokal Covid-19, masyarakat harus mempertahankan protokol kesehatan, menggunakan aplikasi PeduliLindungi, serta memenuhi syarat tes untuk beraktivitas dan melakukan perjalanan.

"Untuk mencegah meningkatnya kasus positif dari pelaku perjalanan luar negeri, penting untuk terus meningkatkan kapasitas deteksi kita pada pintu masuk kedatangan serta pengaturan keberangkatan jemaah umrah di tengah keterbatasan kapasitas karantina dalam menampung keseluruhan pelaku perjalanan luar negeri," kata dia. 

 

Reporter: Titin Supriatin 

Sumber: Merdeka.com