Sukses

Kemendikbudristek Ajak Anak Muda Wujudkan Indonesia yang Merdeka dan Cinta Keberagaman

Liputan6.com, Jakarta - Pusat Penguatan Karakter Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Puspeka Kemendikbudristek) kembali menggelar talkshow Tutur Berkualitas untuk kedua kalinya.

Kali ini acara tersebut mengusung tema 'Merdeka Setara, Indahnya Perbedaan'. Sesi talkshow kali ini diadakan di Bandung, Jawa Barat pada Kamis 3 November 2022.

Kegiatan tersebut diselenggarakan sekaligus menyambut peringatan Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November 2022 untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda atau anak muda bahwa semangat dan nilai-nilai para pejuang kemerdekaan Indonesia dapat diwujudkan pada masa kini dengan cara bersikap inklusif di tengah keberagaman.

Pelaksana Tugas Kepala Puspeka Kemendikbudristek Hendarman menyampaikan, Indonesia adalah bangsa dan negara yang kuat karena kemajemukan dan keragaman suku, budaya, agama, dan ras.

"Indonesia juga memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang sudah semestinya tidak hanya menjadi slogan tetapi harus menjadi perilaku sehari-hari dengan merealisasikan kesetaraan kepada sesama di antara perbedaan yang ada," ujar Hendarman melalui keterangan tertulis, Minggu (6/11/2022).

"Kita dapat mencontoh perjuangan pahlawan pertempuran 10 November di Surabaya. Para pejuang berasal dari berbagai perbedaan, tapi mampu saling menghargai dan mencintai keberagaman yang ada, sehingga mampu tercipta persatuan. Sekarang generasi muda dituntut bertindak seperti para pejuang agar menjadi penyampai pesan damai di mana pun berada," jelas dia.

Menurut Hendarman, Indonesia akan terus membutuhkan kaum muda yang mampu menggerakkan inklusivitas, mempunyai pola pikir dan sikap toleran, serta menciptakan kesetaraan kepada sesama sesuai Pancasila.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Macam Keberagaman

Sementara itu, salah satu narasumber talkshow, Nabila Ishma Nurhabibah, mahasiswi Universitas Padjadjaran sekaligus pegiat aksi kemanusiaan dan pendidikan menjabarkan, keberagaman juga mencakup cara berpikir dan sifat yang bisa ditemui di Indonesia.

"Kita semua harus menyadari adanya perbedaan dari satu orang dengan orang lain dalam mengekspresikan sesuatu pemikirannya. Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita memberikan kesempatan yang setara bagi semua manusia," ucap Nabila.

Kemudian, musisi asal Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) Ganzerlana menambahkan, Indonesia mempunyai warisan dari para leluhur di antaranya musik tradisional yang patut diperkenalkan hingga ke penjuru dunia.

"Alasan saya masih mempertahankan musik tradisional hingga kini, karena sebagai penerus leluhur sudah seharusnya dijaga, di mana mereka meninggalkan sebuah emas yang begitu indah yaitu musik tradisional yang perlu dikemas dan dipertahankan sehingga musik etnik dapat dikenal hingga ke seluruh penjuru dunia," tegas Ganzerlana.

 

3 dari 4 halaman

Kemendikbudristek Gandeng AWS untuk Akselerasi Transformasi Digital di Sektor Publik

Sebelumnya, teknologi digital merupakan peluang besar bilamana Indonesia ingin melakukan lompatan besar. Karena hal tersebut, sangat penting untuk memastikan generasi penerus melek digital.

Tak hanya terbatas sebagai pengguna saja, tetapi juga sebagai bagian dari kreator teknologi digital.

Hal ini diungkap oleh Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kemendikbud Ristek RI, Prof. Ir. Nizam.

Dalam acara virtual yang digelar oleh Amazon Web Services (AWS) baru-baru ini, ia mengungkap, transformasi digital di Indonesia merupakan salah satu yang tercepat di dunia.

Diketahui, saat ini ada lebih dari 200 juta pengguna internet di Indonesia. Faktanya, rata-rata pengguna menghabiskan waktu 8 jam dan 36 menit online setiap hari.

"Kreativitas anak-anak saat ini sangat luar biasa, dan jika dipadukan dengan teknologi akan menjadi kekuatan dahsyat di masa depan," katanya.

Nizam berpendapat, peluang itu tidak boleh dilewatkan sehingga mahasiswa perlu menjadi bagian dari kreator.

"Tidak hanya sebagai pengguna, tetapi sebagai pihak yang diuntungkan secara finansial dari teknologi ini," paparnya.

Untuk mewujudkan hal ini, Kemendikbud Ristek bekerja bahu-membahu dengan semua mitra teknologi global seperti AWS.

"Kita kolaborasi dengan AWS agar berada di garis depan dalam perkembangan teknologi, seperti AI, IoT, big data analitik, cloud computing, cloud service dan sebagainya,' ucap Prof. Ir. Nizam.

 

4 dari 4 halaman

Dukung Pemerintah Akselerasi Transformasi Digital di Sektor Publik

Lebih lanjut, Country Manager Worldwide Public Sector Indonesia, Mohammad Ghozie Indra Dalel, menyebutkan AWS bekerja sama dengan pemerintah untuk mendukung pengembangan sektor publik.

Salah satu bentuk dukungan itu, mulai dari Kampus Merdeka, program magang, studi independen bersertifikat, dan program Kedaireka.

Untuk mempercepat digitalisasi di berbagai bidang, AWS bermitra dengan SEAL (Social Economic Accelerator Lab) meluncurkan Indonesiaku AWSome! pada Februari 2022.

Indonesiaku AWSome! merupakan inisiatif pengembangan bisnis strategis, dimana pemerintah Indonesia mendukung untuk membangun jaringan lulusan baru yang cakap digital.

“Program Indonesiaku AWSome! akan terus naik pada momentum dan skala ini, dengan rencana untuk meningkatkan penerimaan siswa untuk angkatan berikutnya pada semester kedua tahun 2022, dan meningkatkan program dengan posisi magang di lembaga pemerintah,” ungkap Ghozie.

Peserta program Indonesiaku AWSome, Isda Magfirah, melihat program Kampus Merdeka dan Indonesiaku AWSome menjadi sebuah revolusi pendidikan yang selama ini monoton.

Pengalaman Peserta Program Indonesiaku AWSome Saat mengikuti program tersebut, mahasiswi ilmu Politik Universitas Brawijaya ini merasa mampu meningkatkan cara berpikir kreatif dan belajar memandang masalah dengan empati.

“Saya melihat transformasi digital tak hanya sekadar yang analog jadi digital, tapi bagaimana digitalisasi dapat menjawab permasalahan-permasalahan publik. Dengan menjawab permasalahan publik maka akan memberikan kepuasan masyarakat,” ujar Isda.

Isda menambahkan, permasalahan dalam pendidikan Indonesia sangat krusial mulai dari tataran inputnya, prosesnya sampai outputnya, mulai dari pemerataan pendidikan, mutu pendidikan dan relevansi pendidikan.

“Harapannya Indonesiaku AWSome dapat memberikan dampak nyata bagi mahasiswa, dosen dan juga masyarakat,” tutup Prof. Ir. Nizam.

"Jika AWSome sudah memfokuskan pada smart government, tentu baik untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah. Jadi kita harus membangun ekosistem agar menjadi talenta yang bermakna bagi masyarakat, dirinya dan kemajuan bangsa."

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS