Sukses

PB HMI Sebut Banyak Nama Bisa Jadi Pengganti Jokowi Maju Pilpres 2024

Liputan6.com, Jakarta - Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) menyoroti fenomena jelang Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024. Salah satunya terkait nama-nama calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).

Menurut PB HMI, saat ini publik hanya diberikan 4 asupan nama untuk maju pada Pilpres 2024 dan melanjutkan tongkat kepeimpinan Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Padahal, masih banyak yang mampu.

"Indonesia dari Sabang sampai Merauke memiliki 273.879.750 jiwa yang direalis oleh Direktorat Dukcapil pada Desember 2021. Dari sekian banyak nya jumlah penduduk sudah pasti banyak generasi emas yang dimiliki dan mampu untuk memimpin negara yang luas dan besar ini," ujar Ketua PB HMI bidang Pembangunan Demokrasi, Politik, dan pemerintahan Fadli melalui keterangan tertulis, Minggu (26/6/2022).

"Fenomena hari ini, publik hanya diberi asupan 4 nama yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan Bapak Presiden Jokowi dalam Pesta Demokrasi 2024. Sementara untuk melanjutkan sang visioner Bapak Presiden Jokowi yakni Indonesia maju banyak lagi yang memiliki visi seperti Presiden Jokowi," sambungnya.

Fadli menjelaskan, dalam amatan PB HMI Bidang Pembangunan Demokrasi, Politik, dan Pemerintahan, Indonesia adalah sebuah negara demokrasi menjunjung tinggi nilai-nilai, hak setiap warga sama, serta kedaulatan ada di tangan rakyat.

"Jangan asupan yang tiap hari diputar keliling sehingga paradigma yang dibentuk di publik 4 nama, tetapi potensi lain masih banyak dimiliki oleh generasi Indonesia maju. Karena Indonesia adalah milik kita bersama," terang dia.

 

2 dari 4 halaman

Banyak yang Berhak

Menurut PB HMI, lanjut Fadli, pemimpin yang mampu meneruskan cita-cita Jokowi adalah yang memiliki visi dan mimpi besar dalam membangun Indonesia maju seperti yang telah dilakukan selama pengabdian 2 periode menjadi Presiden RI.

"Pesta Demokrasi 2024 adalah hasil kedalutan rakyat, rakyat berkehendak dan berhak merelakan diri untuk melanjutkan estafet kepemimpinan presiden dan rakyakt berhak untuk menentukan pilihan. Indonesia bukan milik sekelompok tetapi milik kita bersama, jangan itu-itu saja," jelas Fadli.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyampaikan bahwa sudah ada 16 partai politik (parpol) yang mendaftar ke Sistem Informasi Partai Politik (Sipol), aplikasi untuk mendaftar sebagai peserta Pemilu 2024. Di antaranya ada PDIP, Demokrat, hingga NasDem.

"Ini daftar partai politik yang sudah diterima pendaftaran akun Sipol per tanggal 25 Juni 2022 sampai pukul 20.00 WIB semalam," tutur anggota KPU RI, Idham Holik kepada wartawan, Minggu 26 Juni 2022.

Menurut Idham, jumlah tersebut secara rinci terdiri dari empat partai politik (parpol) peserta Pemilu 2019 yang melampaui Presidential Threshold (PT), lima parpol peserta Pemilu Legislatif 2019 yang tidak melampaui PT, dan tujuh parpol belum pernah jadi peserta Pemilu Legislatif 2019.

"Jadi total jumlah parpol yang sudah memiliki akun Sipol adalah sebanyak 16 parpol," kata Idham.

 

3 dari 4 halaman

Daftar 16 Parpol Sudah Daftar Sipol

Daftar 16 parpol yang sudah memiliki akun Sipol KPU adalah sebagai berikut:

1. Partai Golongan Karya (Golkar)

2. Partai Bhinneka Indonesia

3. Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura)

4. Partai Bulan Bintang (PBB)

5. Partai Swara Rakyat Indonesia

6. Partai Rakyat Adil Makmur

7. Partai Persatuan Indonesia

8. Partai Demokrat

9. Partai Nasional Demokrat (NasDem)

10. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)

11. Partai Solidaritas Indonesia (PSI)

12. Partai Keadilan dan Persatuan

13. Partai Ummat

14. Partai Gelombang Rakyat Indonesia

15. Partai Kebangkitan Nusantara

16. Partai Pandu Bangsa

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) resmi meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Partai Politik (Sipol), Jumat 24 Juni 2022. Dengan begitu, partai politik sudah bisa mengakses Sipol untuk mendaftar sebagai peserta Pemilu 2024.

"Mulai 24 Juni kami akan mulai membuka akses Sipol, alat bantu pendaftaran parpol. Hari ini akan kita luncurkan," kata Anggota KPU RI Idham Holik dalam konferensi pers di Kantor KPU Jakarta Pusat.

"Mulai saat ini Sipol sudah dapat digunakan oleh partai politik untuk kepentungan pendaftaran partai politik peserta pemilu 2024," sambungnya.

 

4 dari 4 halaman

Pendaftaran Peserta Pemilu 2024 Dibuka hingga 14 Agustus 2022

Adapun pendaftaran peserta Pemilu 2024 akan dimulai pada 1 hingga 14 Agustus 2022. Data-data yang wajib diunggah partai politik ke Sipol antara lain, profil partai politik, kepengurusan partai politik, dan kantor tetap partai politik.

"Partai politik yang pendaftarannya bisa kami terima apabila seluruh dokumen yang disyaratan dalam UU Pemilu itu dinyatakan lengkap," jelasnya.

Kendati begitu, kata dia, KPU akan memberikan kesempatan kepada partai politik peserta Pemilu 2024 untuk melengkapi syarat-syarat sampai 14 Agustus 2022. Idham mengaku sudah melakukan sosialisasi pendaftaran Sipol kepada partai-partai politik.

"Sudah sosialisasi secara komprehensif, juga rapat koordinasi," ucap dia.

Idham mengatakan Sipol dibuat untuk melayani dan memudahkan partai politik untuk melakukan input data sebagai calon peserta pemilu. Selain itu, Sipol juga membantu KPU dalam proses verifikasi partai politik peserta Pemilu 2024.

"Untuk memperlancar proses pendaftaran partai politik, kami membuka help desk sejak 22 Juni 2022. Sudah dimanfaatkan oleh partai politik yang tercatat Kemenkumham," tutur Idham.