Sukses

DPR Minta Pemerintah Jemput Bola Vaksinasi Covid-19: Tinggalkan Cara Konservatif

Liputan6.com, Jakarta Anggota Komisi VIII DPR RI, Bukhori Yusuf mengatakan, untuk mempercepat vaksinasi Covid-19, pemerintah harus menjemput bola serta masifkan sentra vaksinasi berbasis RT/RW.

"Tinggalkan cara-cara konservatif seperti mengundang masyarakat berkerumun demi memperoleh vaksinasi. Sebab jika cara ini tetap dipertahankan, saya khawatir keberadaan sentra vaksinasi akan menimbulkan klaster baru dan menjadi kontraproduktif," kata Yusuf, Rabu (4/8/2021).

Di sisi lain, dia menegaskan, langkah tracing di Indonesia masih jauh dari standar acuan WHO yang merekomendasikan pelacakan dilakukan terhadap 30 orang yang berkontak erat dengan satu orang yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Ia juga menyoroti angka testing dan treatment yang terjadi belakangan ini. Terhitung sejak tanggal 28 Juli hingga 2 Agustus 2021, jumlah testing PCR di Indonesia merosot hampir 50%, dari angka 84.462 menjadi 44.797. Selain itu, positivity rate Indonesia juga masih terbilang tinggi, yakni 21% dimana persentase ini 4 kali lebih tinggi dibandingkan standar acuan WHO, yakni 5%.

"Kelemahan ini kian diperparah lantaran ketersediaan obat terapi bagi pasien Covid-19 maupun tabung oksigen juga mengalami kelangkaan di sejumlah daerah. Sekalipun tersedia, itu pun dijual di atas harga eceran tertinggi," kata Yusuf.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

2 dari 2 halaman

Nyawa Lebih Penting

Yusuf pun menyoroti soal tingginya angka korban jiwa yang terus berjatuhan. Menurutnya, ini tak bisa dilihat sebagai angka statistik semata.

"Setiap satu nyawa yang hilang adalah memori bagi setiap orang yang mengenalnya. Dan mirisnya, kematian ini juga menimpa para tenaga kesehatan yang kita harapkan bisa menyelamatkan lebih banyak nyawa pasien," kata dia.

  • DPR adalah lembaga legislatif yang anggotanya terdiri dri anggota partai politik terpilih dari hasil pemilu.
    DPR
  • Penyebaran Covid-19 ke seluruh penjuru dunia diawali dengan dilaporkannya virus itu pada 31 Desember 2019 di Wuhan, China
    COVID-19
  • Vaksinasi Covid-19