Sukses

Jokowi: Pernah Dilaporkan ke KPK, Itu Bukan Urusan Saya

Gubernur DKI Jakarta, Jokowi hari ini memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun, kedatangannya ke komisi antikorupsi sama sekali tak terkait pelaporannya dalam kasus dugaan korupsi dana Bantuan Pendidikan Masyarakat Kota Surakarta (BPMKS) periode 2010-2012.

"Kalau masalah laporan, aduan yang lalu itu bukan masalah saya. Masalah saya ke depan. Saya rasa kalau yang sudah lalu itu bukan urusan saya," kata dia di Gedung KPK, Selasa (27/11/2012).

Jokowi menegaskan, laporan yang disampaikan sejumlah orang itu bukan sesuatu yang layak menyita pikirannya. "Kalau sudah dilaporkan itu bukan wilayah saya. Kalau soal moril itu bukan moril saya. Saya mau lihat masa depanlah," kata dia.

"Itu kalau sudah jadi wilayah KPK ya KPK yang menangani, polisi ya polisi, kejaksaan ya kejaksaan," tambah pria bernama asli Joko Widodo itu.

Menurut Jokowi, kunjungannya ke KPK adalah dalam rangka memperbaiki dan membenahi sistem di DKI Jakarta. Agar terbebas dari korupsi. "Jadi kita juga tidak ingin hanya sekedar persepsi pelayanan DKI itu baik, tapi juga kenyataannya harus baik," kata dia.

Sebelumnya, pada Agustus 2012 lalu, jelang Pilkada DKI Jakarta, sekelompok orang yang mengatasnamakan Tim Selamatkan Solo, Selamatkan Jakarta, Selamatkan Indonesia (TS3), melaporkan kasus dugaan korupsi anggaran progran BPMKS ke KPK. Tim tersebut menilai, akibat dugaan korupsi ini, negara merugi Rp 9,5 miliar, maksimal Rp 13 miliar.

Namun, Jokowi yang dilaporkan saat itu  justru menanggapinya dengan santai. Kata dia,  laporan tersebut adalah hal biasa dalam pilkada. (EIN)