Sukses

Wacana Reuni Mega-Pro, Pengamat: Mustahil, Risiko Kalah Tinggi

Liputan6.com, Jakarta Reuni Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto disebut memiliki kans kuat untuk maju di Pilpres 2024. Sejumlah pihak mulai menduetkan mereka.

Namun, Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari memandang duet tersebut mustahil kembali terjadi di 2024.

"Kecil kemungkinan, bahkan mustahil Bu Mega maju kembali di Pilpres. Bu Mega terakhir maju itu 2004, setelah itu (elektabilitas) menurun," kata Qodari saat dikonfirmasi, Kamis (10/6/2021).

Qodari justru menyebut kans terbesar PDIP untuk menang 2014 justru dengan mendukung kembali Joko Widodo. Namun, dengan catatan harus ada amandemen UUD 1945.

"Yang mungkin terjadi justru Jok-Pro atau Jokowi-Prabowo, bukan MegaPro, dengan catatan ada amandemen UU45," ucapnya.

Apabila PDIP nekat mendukung selain Jokowi, misal Puan, maka ia memprediksi risiko kalah PDIP akan tinggi.

"Kalau Bowo-Puan, tapi ini punya risisko kalah tinggi, dibandingkan pasangan lain katakanlah Anies-AHY atau Anies-Sandi," ucapnya.

 

2 dari 3 halaman

Risiko Kalah PDIP

Qodari mengingatkan agar PDIP tak salah langkah dalam menentukan pilihan. Sebagai pemenang pilpres dua kali, jangan sampai PDIP terjun bebas di 2024.

"Kalau PDIP mau memastikan kemenangan pilpres maka pilihan cuma satu Jok-Pro, di luar itu berat, dan itu berisiko kalah pileg, kalah pilres dan itu akan dihindari PDIP. Karena sudah dua kali menang berturut, jangan sampai 2024 tersapu bersih kalah alias ke laut," pungkasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: