Sukses

3 Petuah JK untuk AHY Soal Kisruh Partai Demokrat

Liputan6.com, Jakarta - Kisruh yang terjadi di tubuh Partai Demokrat, membuat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) selaku ketua umum menemui mantan Wakil Presiden ke-10 dan 12, Jusuf Kalla (JK) di Jakarta.

Bertempat di kediaman JK, AHY menyebut pertemuan tersebut lantaran JK pernah menjadi Wakil Presiden mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan bermitra dengan Demokrat. 

"Demokrat juga menjadi mitra strategis bagi Partai Golkar saat dipimpin oleh Pak JK sebagai ketua umum," jelas AHY, Minggu siang, 14 Maret kemarin

AHY tak sendiri, dia turut didampingi Sekjen Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya, Wakil Sekjen Agust Jovan Latuconsina, Wakil Bendahara Umum Lokot Nasution, dan Deputi Balitbang Partai Demokrat Syahrial Nasution.

Dalam pertemuan yang berlangsung lebih dari satu jam itu, AHY meminta saran kepada JK terkait isu-isu terkini dan masalah kebangsaan, tak terkecuali soal kisruh yang menimpa Partai Demokrat.

"Kedatangan kami ke sini juga untuk memohon saran dan masukan terkait perkembangan dinamika ekonomi dan sosial-politik nasional saat ini," jelasnya. 

Lantas, hal apa saja yang disampaikan JK menyikapi kisruh di Partai Demokrat saat ini?

Berikut ini adalah pesan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla kepada AHY terkait kisruh di partai berlambang Mercy tersebut: 

2 dari 5 halaman

1. Pentingnya Regenerasi di Partai Politik

Pada kesempatan itu, JK berpesan kepada AHY bahwa regenerasi di partai politik itu penting. Selain itu, JK juga mengingatkan agar Demokrat tetap memikirkan pemilih tradisional.

"Partai Demokrat sudah baik dalam memberi contoh tentang regenerasi di partai politik," kata JK.

 

3 dari 5 halaman

2. Bersabar Hadapi Masalah

Terkait permasalahan yang terjadi di tubuh Partai Demokrat akhir-akhir ini, JK berpesan agar AHY dan pimpinan Partai Demokrat Bersabar.

Pada kesempatan yang sama, JK bercerita bahwa Partai Golkar juga pernah mengalami hal serupa.

Seperti diketahui, kisruh yang terjadi di partai berlambang Mercy ini memanas usai Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara memutuskan memilih Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko sebagai Ketua Umum.

Menanggapi hasil tersebut, AHY menyebut Kongres Luar Biasa atau KLB di Sumatera Utara adalah ilegal.

AHY memastikan peserta KLB tidak memiliki suara sah. Sebab, seluruh DPD dan DPC mendukung kepemimpinannya yang sah, hasil Kongres Demokrat 2020.

Belakangan, AHY dan para kader Demokrat di bawah kepemimpinannya mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta. Ada 10 nama yang digugat.

 

 

4 dari 5 halaman

3. Terus Jalin Komunikasi dengan Tokoh Politik

Di akhir pertermuan, JK berpesan agar terus menjalin silaturahmi dan komunikasi dengan tokoh-tokoh politik maupun tokoh-tokoh nasional lainnya.

 

 

Dinda Permata (Magang)

5 dari 5 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: