Sukses

Jatim Penyumbang Kematian Anak Usia 3-18 Tahun Tertinggi Akibat Covid-19

Liputan6.com, Jakarta Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, melaporkan ada sejumlah daerah yang menyumbang kasus kematian pada anak rentang usia sekolah akibat Covid-19. Sulawesi Utara mencatat angka tertinggi pada kasus kematian anak usia 0 sampai 2 tahun.

"Sulawesi Utara 6,78 persen," katanya dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (7/1/2021).

Kemudian disusul Nusa Tenggara Barat (NTB) 4,72 persen dan Nusa Tenggara Timur (NTT) 4,35 persen pada rentang usia yang sama. Sementara itu, Jawa Timur berada pada posisi tertinggi dalam kasus kematian Covid-19 pada rentang usia 3 sampai 6 tahun.

Jawa Timur mencatat 4,6 persen, Riau 0,73 persen, Kepulauan Riau 0,72 persen untuk rentang usia tersebut. Jawa Timur kembali menduduki posisi pertama pada kasus kematian akibat Covid-19 pada anak rentang usia 7 sampai 12 tahun.

"Jawa Timur 4,6 persen, Gorontalo 1,49 persen, Sulsel 1,47 persen pada rentang usia 7 sampai 12 tahun," jelasnya.

Pada kasus kematian Covid-19 rentang usia 13 sampai 15 tahun, Jawa Timur berkontribusi 4,96 persen. Disusul Gorontalo 2,08 persen dan NTB 0,85 persen. Posisi serupa juga terjadi pada kasus kematian Covid-19 rentang usia 16 sampai 18 tahun.

Jawa Timur tercatat menyumbang 4,62 persen, Gorontalo 1,6 persen dan Aceh 1,35 persen.

"Data ini disampaikan bukan untuk menakuti, melainkan sebagai bentuk transparansi Satgas kepada pemerintah daerah maupun masyarakat," sambungnya.

Selain bentuk transparansi, data ini juga disampaikan untuk menjadi pertimbangan pemerintah daerah sebelum mengeluarkan izin pembelajaran tatap muka di selokah. Wiku berharap, daerah yang mencatat kematian Covid-19 pada rentang usia 0 hingga 18 tahun harus mengutamakan penanganan pandemi.

"Daerah dengan persentase kasus positif covid tinggi, diharapkan fokus terlebih dulu pada penanganan pandemi. Apabila ada daerah yang merasa siap melakukan pembelajaran tatap muka harus terlebih dulu paham komitmen yang dibutuhkan untuk terapkan disiplin prokes serta memiliki strategi yang jelas untuk memulai proses pembelajaran tatap muka," tegasnya.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 3 halaman

Kasus Covid-19 pada Anak-Anak

Sebelumnya, Wiku mengungkapkan anak usia sekolah menyumbang 8,87 persen dari total kasus positif Covid-19 nasional sebesar 797.723. Data ini merupakan hasil analisis Satuan Tugas Penanganan Covid-19.

"Berdasarkan data hasil analisi Covid-19 pada rentang usia sekolah diketahui bahwa jumlahnya menyumbang sebesar 8,87 persen dari total kasus nasional," katanya dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (7/1). Dari total kasus positif Covid-19 pada rentang usia sekolah, strata pendidikan SD yakni mulai 7 sampai 12 tahun berada di posisi tertinggi sebesar 29,8 persen. Disusul usia SMA mulai 16 sampai 18 tahun sebesar 23,17 persen.

Berikutnya usia SMP mulai 13 sampai 15 tahun sebesar 18,8 persen. Usia TK yakni 3 sampai 6 tahun ada di peringkat keempat sebesar 14,3 persen. Terakhir, usia PAUD yakni 0 sampai 2 tahun sebesar 13,8 persen.

Wiku menyebut, ada tiga golongan umur yang mencatat tren peningkatan kasus Covid-19, yakni TK, PAUD dan SD.

"Kenaikannya di atas 50 persen hanya dalam kurun waktu satu bulan," sambungnya.

Sementara berdasarkan sebaran, sembilan provinsi di Indonesia konsisten menempati 10 besar dengan kasus positif Covid-19 tertinggi pada rentang usia sekolah. Yakni, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Riau, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Sumatera Barat dan Banten.

"Di mana DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah konsisten menempati peringkat keempat teratas pada seluruh golongan umur rentang usia sekolah," tandasnya.

Reporter: Supriatin

Sumber: Merdeka

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: