Sukses

Pakar: Kearifan Lokal Pangan di Papua Tidak Boleh Hilang

Liputan6.com, Jakarta Kearifan lokal yang dimiliki Papua dalam hal pangan menjadi perhatian pakar politik sekaligus pemerhati Papua, Imron Cotan dalam diskusi secara daring yang digelar Unity in Diversity (UiD) hari ini, Jumat (23/10/2020).

Menurutnya, Papua tak seperti daerah lain di luar Jawa yang banyak meninggalkan pangan lokalnya dan beralih ke pangan yang berbasiskan biji-bijian seperti beras.

"Saya ingin menggarisbawahi satu atau dua hal berkaitan dengan penyiapan pembangunan infrastruktur di bidang pertanian. Saya kira perlu kita juga pahami bahwa dalam rangka untuk membangun infrastruktur di bidang pangan, kita juga harus memperhatikan apa yang disebut sebagai local wisdom ya," kata Imron dalam acara diskusi bertemakan "Pembangunan Infrastruktur untuk Kesejahteraan Papua".

Dia menuturkaan, saat berkelling Papua dirinya menemukan kecenderungan kuat terkait pola makan dari rakyat Papua.

"Salah satu catatan yang saya bawa ke Jakarta dan saya share ke teman-teman adalah kecenderungan kuat pola makan dari orang-orang lokal. Kita tahu bahwa ada bahan pangan yang berbasis sagu ya, papeda," jelas dia.

Imron menyebut, masyarakat Papua memiliki kearifan lokal tersendiri yang tak boleh dihapuskan dalam pola makanan pokok. Sagu yang merupakan bahan dasar pembuatan papeda, eksistensinya tak boleh dihilangkan sebagai pangan utama masyarakat.

  

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 3 halaman

Tinggalkan Sagu Beralih ke Beras

Namun, berdasarkan hasil pengamatannya, kecenderungan tersebut kini mulai beralih. Masyarakat Papua mulai meninggalkan sagu dan beralih ke konsumsi beras.

Menurutnya hal ini akan memberikan tekanan berat kepada pemerintah soal kebutuhan pangan nasional yang tak terdiversifikasi. Imbasnya, pemerintah akan semakin mudah untuk mengeluarkan kebijakan impor beras.

"Ini tentu saja akan menyedot cadangan devisa nasional kita," ucapnya.

Imron berharap agar pembangunan di Papua selama ini juga dibarengi dengan pembangunan industri pangan berbasis sagu supaya eksistensi sagu sebagai pangan pokok di Bumi Cenderawasih itu tak lekang.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: