Sukses

Pakar Hukum Yakin Aset Jiwasraya Kembali ke Negara Kurang dari Setahun

Liputan6.com, Jakarta - Pakar Hukum Pidana Universitas Parahyangan, Agustinus Pohan memperkirakan pengembalian kerugian negara dari kasus PT AsuransiJiwasraya (Persero) akan kurang dari satu tahun.

Menurut dia, kasus korupsi merupakan perkara prioritas dalam proses peradilan, terlebih persoalan AsuransiJiwasraya yang memang menjadi perhatian publik dan merugikan banyak pihak.

Sehingga, kata Agustustinus, proses peradilan hingga mencapai inkrah kasus Jiwasraya ini akan kurang dari setahun.

"Perkara korupsi merupakan perkara prioritas, apalagi kasus Jiwasraya, maka tentu proses inkrahnya lebih cepat. Kalau dari pengadilan negeri hingga ke Mahkamah Agung, bisa-bisa kurang dari satu tahun. Apalagi ini kasus Jiwasraya yang menarik perhatian publik, jadi prosesnya super prioritas," ujar Agustinus melalui keterangan tertulis, Selasa (6/10/2020).

Bahkan, menurut dia, apabila Jaksa Penuntut Umum atau JPU maupun terpidana, nantinya menerima putusan majelis hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di tingkat pengadilan negeri, maka secara otomatis barang sitaan akan menjadi milik negara.

"Bisa saja putus di Pengadilan Negeri langsung inkrah kalau penuntut dan terpidananya menerima putusan hakim. Tapi kalau terjadi proses banding, ya ditunggu putusan banding, kalau lanjut ke kasasi maka tunggu putusan. Setelah kasasi, maka dengan sendirinya jadi inkrah," jelas Agustinus.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menyita aset dari tangan para terdakwa korupsi Jiwasraya dengan nilai mencapai Rp 18,4 triliun.

Sementara, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah menghitung nilai kerugianJiwasraya yang disebabkan perbuatan para terdakwa mencapai Rp16,8 triliun.

2 dari 3 halaman

Terdakwa Kasus Jiwasraya

Adapun tedakwa dalam kasus ini yakni Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya (Persero) 2008-2018 Hendrisman Rahim dituntut 20 tahun penjara, Hary Prasetyo.

Kemudian Direktur Keuangan Jiwasraya periode 2008-2018 dengan tuntutan seumur hidup dan mantan Kepala Divisi Investasi Jiwasraya, Syahmirwan dengan tuntutan penjara 18 tahun.

Selain itu terdapat juga nama Joko Hartono Tirto, Direktur PT Maxima Integra dengan tuntutan seumur hidup.

Sementara Benny Tjokrosaputro (Bentjok) sebagai Direktur Utama Hanson International Tbk (MYRX) dan Heru Hidayat yang merupakan Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) masih menunggu pembacaan tuntutan oleh JPU.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: